Just About Mymind

Karya Dalam Perjalanan

Akreditasi sekolah; A, B atau C..?

12 Komentar

Kalau  saja bisa, bagi yang berkepentingan menilai akuntabilitas  lihat saja proses dari awal hingga akhir, cermati dari yang umum hingga detail, amati dari yang tersurat hingga tersirat. Sebab banyak hal yang sebenarnya lebih baik dari sekedar lembaran dokumentasi dan arsip, yang setiap orang bisa membuatnya. Padahal belum tentu menjalankan lebih baik dari yang kami sudah lakukan. Bahkan mungkin kami menjalankan lebih baik dari yang telah diarsipkan.

Tapi apa mungkin ??  itu mah  emang mimpi di siang bolong. Dimana – mana menilai akuntabilitas-apalagi pada  penyelenggaraan manajemen organisasi  milik publik ya harus dengan data dokumentasi , arsip dan verifikasi…

Cerita diatas adalah sedikit keluh kesah saya yang mulai disibukkan dengan persiapan kami menghadapi akreditasi sekolah. Maklum, sekolah kami masih baru. Berjalan tiga tahun dengan meluluskan satu angkatan. Sesuai  ketentuan pemerintah, setiap sekolah yang didirikan harus menjalani akreditasi sekolah untuk menilai tingkat kelayakan mutu penyelenggaraan sekolah. Paling tidak, sekolah bisa mengeluarkan ijazah mandiri. Tanpa label sekolah induk negeri yang ditunjuk dinas pendidikan kota  seperti sebelumnya.

Menuju persiapan akreditasi

Nantinya sekolah akan mendapat label A, B, atau C sesuai perolehan nilai yang direkap oleh asesor dan ditetapkan badan akreditasi nasional. Sekolah tingkat TK s/d SMP penilaian dilakukan oleh asesor dari kabupaten, sedangkan tingkat SMA dilakukan asesor dari propinsi.

Sekilas tentang akreditasi….

Dulu, akreditasi sekolah hanya diperuntukkan bagi sekolah swasta. Dengan kriteria pemeringkatan sebagai Terdaftar, Diakui dan Disamakan. Sehingga sekolah swasta dianggap selalu under position. Jika memperoleh hasil “Disamakan” sebagi peringkat terbaik hasil akreditasi, masih pula dipertanyakan. Disamakan dengan siapa ? apakah disamakan dengan sekolah negeri ? kalau begitu sebaik apapun sekolah swasta tidak akan lebih baik dari sekolah negeri.

Padahal faktanya, sekolah terbaik di Indonesia adalah sekelompok sekolah swasta, meskipun yang “terjelek” sekelompok sekolah swasta juga. Begitulah kira – kira argument yang mendasari perkembangan baru dalam penyelenggaraan akreditasi sekolah.

Nah, untuk saat ini seluruh kekurangan yang terjadi dalam sistem akreditasi sekolah pada fase sebelumnya konon telah diperbaiki. Hal ini terkait dengan mulai tumbuhnya kesadaran, bahwa akreditasi bukan hanya sekadar kegiatan monitoring dan evaluasi pelaksanaan kegiatan pembelajaran di sekolah. Lebih dari itu akreditasi dilakukan untuk menentukan kelayakan program dan/atau satuan pendidikan untuk akuntabilitas publik. Jadi semua sekolah baik negeri maupun swasta wajib melaksanakan akreditasi 4 tahun sekali.

Pasal 1 ayat (1) PP No 19 Tahun 2005 memuat kriteria minimal komponen pendidikan. Inilah yang menjadi rujukan  sebagai Standar Nasional Pendidikan atau SNP.  SNP memuat 8 (delapan) standar mutu.

Salahsatu indikator "Standar Penilaian" instrumen akreditasi SMA

Jadi  instrumen akreditasi sekolah disusun mengacu 8 standar tersebut. Meliputi (1) Standar Isi, (2) Standar Proses, (3) Standar Kompetensi Lulusan, (4) Standar Pendidik & Tenaga Pendidikan, (5) Standar Sarana & Prasarana, (6) Standar Pengelolaan, (7) Standar Pembiayaan, dan (8) Standar Penilaian.

Setiap standar diuraikan menjadi 165 indikator  yang mewakili isi semua delapan standar. Masing – masing indikator memiliki rentang nilai ( 1 – 5). Tinggal dicentang  saja. Saya sendiri kebagian bertanggungjawab dalam menyiapkan standar yang kedelapan, yaitu Standar Penilaian yang memiliki 19 indikator. [ lihat image ]

Asesor tinggal datang dan mencentang nilai indikator- indikatornya sesuai verifikasi yang dilakukan. Akreditasi cukup sekali datang, dan tidak ada revisi. Setiap kekurangan menjadi bahan pelengkap akreditasi periode selanjutnya.

Hmm.., padahal menyiapkannya butuh waktu, dan kerja ekstra disamping delik kerja mengajar  yang tidak ada libur. Tapi inilah sebuah perjuangan demi sebuah akuntabilitas penyelenggaraan sekoah. Semoga saja.

Note: web resmi Badan Akreditasi Sekolah klik disini

Author: Saiful ghozi

Sarjana Pendidikan Matematika FMIPA Universitas Negeri Malang 2005. Pengalaman mengajarnya diawali menjadi guru yang berstatus karyawan di s

12 thoughts on “Akreditasi sekolah; A, B atau C..?

  1. Dulu ada joke tentang akreditasi ini, selain ada status “terdaftar”, “diakui” dan “disamakan”, bagi sekolah2 swasta yang baru berdiri diberi julukan tambahan status seperti: “terdengar” atau “ditertawakan”. hehehe…. it’s only a joke loh. :D

    Tapi mendirikan sekolah baru hingga berkembang menjadi sekolah yang “disamakan”, jikalau orang-orang yang terlibat di dalamnya menyukai tantangan, dan jika nanti berhasil akan menjadikan kepuasan dan kebanggaan tersendiri, kurang lebih mirip dengan para eksekutif di perusahaan, yang mengembangkan sebuah perusahaan mulai dari kecil hingga besar, rasanya mempunyai kebanggaan dan kepuasan tersendiri.

    Ok… semoga proses akreditasinya sukses ya. :)

  2. betul pak.. di lembaga manapun kurang lebih sama., akreditasi hanya sebuah nota pengekuan menuju sebuah legalitas formal.

    Selebihnya adalah bagaimana tantangan mengembangkan lebih besar.

  3. doh, menjelang akreditasi, hampir ndak ada guru yang disibukkan dengan setumpuk kerjaan administratif, pak. tapi itulah risiko sebuah penilaian yang hanya didasarkan pada administrasi belaka. banyak sekolah yang konon mendapat nilai A hanya bagus administrasinya yang dikerjakan model lemburan, hehe …

  4. woi, ada yang keliru. ndak ada guru yang tidak disibukkan, maksud saya, haks.

  5. delik administratif guru kadang menghambat kreatifitas dan inovasi pak.., tapi tanpa itu semua tanggungjawb guru memang kurang lengkap….

  6. Apakah sasaran akhirnya kelak juga berkaitan dengan kelulusan siswa Mas?
    Misalnya, sekolah yang memiliki akreditasi A tidak sama dengan cara penilaiannya dengan siswa dari sekolah yang hanya memiliki akreditasi C.
    Kalau kelulusan siswa tetap ditentukan dengan UAN, timbul pertanyaan, untuk apa akreditasi ini?

  7. Akreditasi sasarannya penyelenggaraan sekolah, UAN sasarannya hasil belajar siswa… kira2 begitu pak..

    logikanya, sekolah dengan predikat A tentu kelulusan siswanya mesti lebih baik dengan sekolah predikat B/C. Namun trnyata jg tdk begitu.

    Sbb tergantung lagi mutu input siswanya.

  8. fastabiqul khoirot…

  9. kiranya sekolah yang mempunyai nilai akreditsi A,harus ada lebih nya dalam pelaksasnaan 8 standar pendidikan dari sekolah yang punya nilai akreditasi B, atau C

  10. pak… bantu saya cara mengisi instrumen akreditasi, untuk tk. jika ada arsip nya tolong krm ke email saya

  11. Pak saya mau cek hasil akreditasi SMAK St. Thomas Aquinas Sumba Barat Daya-ntt. Akreditasi terjadi pada bulan September 2012

  12. Saya Kepala Sekolah SMAS Elpida, baru memulai tahun 2013, jd Bsa kah teman2 membantu Saya untuk menyiapkan syarat2. TQ

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.

Bergabunglah dengan 577 pengikut lainnya.