Menulis adalah menuangkan ide. Ide yang tertuang diperoleh dari gagasan yang muncul dari sebuah kejadian yang dialami penulis, yang terpikirkan atau yang menjadi sebuah permasalahan. Bagi saya menulis adalah seni. Seperti halnya seni – seni yang lain, maka bagusnya sebuah tulisan kadang melekat pada siapa yang menulis. Unik dan tidak bisa ditiru gayanya.
Untuk menulis haruslah ada inspirasi yang menuntunnya untuk bisa menghasilkan sebuah pemikiran bagi orang lain. Dan inspirasi saya kali ini hanyalah “senam menulis”. Senam kedua seteleh senam menulis (1) sebelumnya.
Sudah lama saya tidak menulis hal – hal ringan yang bisa dibaca dengan nyaman dan menjadi cerita yang bisa saya bagikan. sehingga untuk berkunjung di blog teman – temanpun jadi segan. Sebab jika mereka berkunjung balik belum ada tulisan ringan yang bisa saya bagikan. Mungkin juga karena tidak saya paksakan.
Kali ini benar – benar saya paksakan. Melalui sebuah Tulisan yang hanya berjudul “ senam menulis”. Mohon maaf jika yang membaca kurang tahu isi dari tulisan ini, sebab ini hannya “senam menulis”.
Seperti banyak yang disampaikan para penggiat menulis bahwa kalau ingin bisa menulis maka ada tiga tips yang harus dijalankan: pertama, mulaialah menulis. Kedua, menulis. Ketiga, jika masih gagal kembali ke pertama .
Salah memang jika saya mengatakan bahwa saya tidak punya inspirasi. Bahkan mungkin malah terlalu banyak inspirasi. Dari mulai delik yayasan yang kian pelik, suksesi ujian nasional kelas SMP dan SMA yang saya emban, delik kuliah yang meninggalkan tumpukan tugas, obsesi pribadi untuk menyempurnakan agama belum terlaksana, dll. Tapi mengemas tulisan harus hati – hati, biar tidak terlihat tulisan saya seperti catatan diary anak ABG.
Tapi sekali lagi ini hanya senam menulis. Bagi saya, menulis seperti rang berbicara. Ada isi, yang disampaikan dengan kemasan intonasi dan empati. Serta tidak melupakan nilai berbagi bagi yang membaca. Dan menulis di blog seyogyanya dilakukan dengan riang. Tidak penuh beban.
Setelah saya hitung, tulisan ini saya buat dalam durasi 16 menit. Lumayan “lola”. Banyak kata yang mungkin masih perlu diedit. Karena ini hanya senam menulis. Yang saya lakukan dipagi hari setelah mandi pagi. Sebagai bagian dari usaha saya untuk selalu bisa menulis, seperti dulu. Bagaimana dengan anda, apakah sudah riang dalam menulis? Cobalah untuk senam menulis.
0.000000
0.000000
Like this:
Be the first to like this post.
Last Comment