Just About Mymind

Karya Dalam Perjalanan

Kempuhunan : Trilogi kualat ala Kalimantan

Tinggalkan komentar

Lain daerah lain kebiasaan memang. Setidaknya itulah yang saya rasakan dalam kurun waktu dua tahun hidup di Kalimantan Barat. Tepatnya di wilayah kabupaten Melawi, sebuah kabupaten yang berbatasan dengan propinsi Kalimantan Tengah.
Bagi orang jawa, menawarkan orang lain untuk makan atau minum kadang dipandang sebagai suatu sikap “basa – basi“ untuk menghargai orang lain. Atau mungkin dalam kata lain, sikap “permisi” bahwa kita mau makan atau minum tatkala dilihat orang lain. Jadi yang ditawari harus sadar diri bahwa itu kadang hanya “basa – basi”. Sehingga hanya perlu dijawab “ Terimakasih, silahkan. Saya sudah makan tadi!”.
Pada kebiasaan orang – orang di pedalaman Kalimantan tentu lain cerita jika ada orang menawarkan makanan atau minuman. Bagi yang terlanjur menerima tawaran makanan atau minuman seakan wajib hukumnya untuk mencicipi tawaran tersebut. Bukan lantaran takut yang menawarkan marah jika tidak dicicipi, melainkan takut ”kempunan ” atau dalam bahasa jawa mungkin “kuwalat” jika tidak mencicipi.
Itulah ternyata yang mendasari kebiasaan orang – orang Kalimantan Barat, yang selalu menyentuh wadah minuman atau makanan yang ditawarkan lalu mengusapkan tangannya ke dada, mulut atau bahkan ke kening. Sebagai simbol bahwa kita sudah mencicipi makanan atau minuman yang ditawarkan. Meskipun tidak benar – benar mencicipi makanan atau minumannya Jadi jangan heran ketika kita makan, lalu tiba – tiba ada orang menyentuh makanan lalu menyentuhkan tangan ke dada atau dahi. Sebab itu sebagai symbol “pose – pose’ ” atau mencicipi Jika tidak dilakukan, siap – siaplah ” kempunan “. Jadi setiap orang harus melakukan “pose’ – pose’”( istilah kewajiban mencicipi ) pada setiap makanan yang ditawarkan, baik langsung maupun tak langsung.
Pengalaman saya mengingatkan perkataan kawan saya yang kuliah di Fakultas Sastra Universitas Jember. Bahwa jika orang jawa menghidangkan minuman, jangan langsung dihabiskan!. Tapi jika orang Kalimantan menghidangkan minuman, jangan sampai disisakan apalagi ditolak!. Sedikit banyak sepertinya ada benarnya perkataan teman saya. ( Artikel terkirim di majalah Intisari rubrik Briket 2007)

Penulis: Saiful ghozi

Lulus sarjana Pend Matematika Univ. Neg. Malang thn 2005. Mengajar di berbagai sekolah CSR perusahaan; PT SBK Melawi Kalbar, PT Kertas Nusantara Berau Kaltim, PT Chevron dan Total E&P Balikpapan. Setelah lulus pascasarjana di Unmul Samarinda thn 2013, kini menjadi dosen tetap di Politeknik Negeri Balikpapan Kaltim

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s