Just About Mymind

Karya Dalam Perjalanan

Berpetualang dan berkarya di Kalimantan, kenapa tidak??? (bag 1)

10 Komentar

Pernah terbersit dalam benakku bahwa tidak ada salahnya jika menjadi guru nanti, aku akan berkarya di kalimantan. Sebab pulau Jawa sudah penuh sesak dengan orang – orang yang menjadikan guru sebagai salahsatu obsesi pekerjaan. Jika dulu anak – anak usia sekolah kebingungan mencari guru dan sekolah, mungkin kini tidak. Tapi guru banyak yang mencari murid dan sekolah untuk bisa mengajar dan membagi ilmunya. Sewaktu kuliah, yang jurusan non pendidikanpun ternyata ujung – ujungnya banyak jadi guru. Ah, tapi tak apalah…bukan itu inti tulisan ini.

Di luar pulau Jawa tentu masih banyak tempat – tempat dimana pendidikan akan sangat dihargai dengan lebih baik. Kalau memang di sana aku bisa berkarya dan berdedikasi menjadi seorang guru, kenapa tidak ??. Apalagi kiblat dunia pendidikan bagaimanapun juga dari Jawa. Sehingga pengalaman dan wawasanku tentang pendidikan dari Jawa cukup menjadi perhatian komunitas pendidikan disana nantinya. Demikian aku bergumam dalam hati suatu ketika.

Silahkak klik untuk melihat gambar lebih jelasJangan pernah meremehkan bayangan dalam angan – angan kita. Sebab kadang itu bagaikan do’a tak sengaja yang dicatat oleh malaikat. Tapi, memangnya ada do’a yang tak sengaja disampaikan tapi tercatat oleh malaikat?Atau bahkan itu adalah sinyal dari Tuhan bahwa akan ada kejadian yang akan kita alami sebagaimana yang kita coba duga – duga. Ah, itu juga bukan inti dari tulisan ini.

Dan ternyata benar. Dua bulan setelah lulus dari perguruan tinggi aku mendapat tawaran dari salahsatu alumni kampus yang sudah mengajar di Kalimantan Barat, di SDS SariLestari PT SBK tepatnya. Sekolah milik perusahaan perkayuan Alas Kusuma Group yang berpusat di Pontianak Kalimantan Barat. Bagiku yang terpenting bukan semata – mata gaji, tapi lebih kepada tantangan berkarya di komunitas dan peradaban lain.

Aku tidak menyia – nyiakan kesempatan itu.”Nanga Pinoh”, kota tujuan yang disebut teman kala itu. Berkali – kali aku mencari posisi kota itu dalam peta Kalimantan Barat di atlas kecil milik ayahku yang biasa digunakannya mengajar.Dan alamak…! Jauhnya…??!!. Hampir mendekati perbatasan kalbar dan kalteng!. Ah tapi tekatku sudah bulat, aku ingin menguji mental petualanganku.

Tiket kapal laut VIP B KM Senopati Nusantara dengan jadwal pelayaran 28 Desember 2005 dari Surabaya menuju Pontianak sudah siap di tangan. Perjalanan menggunakan kapal laut pasti ada sensasi tersendiri ketimbang pesawat, pikirku. KM Senopati Nusantara adalah nama sebuah kapal laut pengangkut penumpang dan barang yang berukuran relatif kecil dibanding kapal – kapal angkutan laut yang lain. Daya angkut normalnya sebenarnya sekitar 1200 orang penumpang saja.

Tapi seringkali pemilik kapal mengisi kapalnya melebihi kemampuan angkutnya. Bahkan hingga 1500 penumpang sekalipun. Aku kurang tahu berapa penumpang yang diangkut waktu itu. Yang jelas di tiap ruang penumpang, semua penuh sesak. Beruntung aku pesan tiket pelayaran yang mendapat fasilitas kamar tidur. Jadi tidak perlu khawatir kehabisan tempat dalam ruangan kapal.KM Senopati Nusantara

Rupanya kapal yang kutumpangi tersebut kini tinggal cerita. Kapal tersebut tenggelam pada tanggal 28 Desember 2006 di kepulauan Karimun JawaJepara, Jawa tengah. Dan belakangan baru aku sadar, kapal tersebut ternyata tenggelam pada tanggal dan bulan yang sama dengan tanggal dan bulan aku berangkat ke kalimntan pertama kali. Ah, semoga bukan artinya petualangan pertamaku membawa ketidakberuntungan…l..

Menjelang maghrib tanggal 30 Desember 2005 KM Senopati Nusantara merapat di pelabuhan Pontianak. Begitu menginjak bumi kalimantan , aku terasa di awang- awang. Di bumi entah berantah, dengan logat bicara orang – orang pelabuhan Pontianak yang terlihat aneh dan asing bagiku. Ada yang pernah nonton film ”Ipin dan Upin”?. Nah, persis!. Seperti itulah logat biacara tukang ojek yang terus mendesak dan merayuku untuk dijadikan sasaran penumpangnya. Seperti logat si “Datuk” yang berkarakter kolot dengan seting khas kampung Melayu dalam fil kartun malaysia “Ipin dan Upin”. Belakangan aku baru tahu, bahwa Pontianak adalah salahsatu pusat komunitas etnis Melayu Indonesia selain juga etnis Tiongha.

…………

Penulis: Saiful ghozi

Lulus sarjana Pend Matematika Univ. Neg. Malang thn 2005. Mengajar di berbagai sekolah CSR perusahaan; PT SBK Melawi Kalbar, PT Kertas Nusantara Berau Kaltim, PT Chevron dan Total E&P Balikpapan. Setelah lulus pascasarjana di Unmul Samarinda thn 2013, kini menjadi dosen tetap di Politeknik Negeri Balikpapan Kaltim

10 thoughts on “Berpetualang dan berkarya di Kalimantan, kenapa tidak??? (bag 1)

  1. pengalaman menjadi guru yang terbaik .
    alhamdulillah ada juga yang memiliki daya juang seperti anda ,mau mengabdi di kota terpencil.

  2. sebuah curhat yang inspisi bgt

  3. trimkasaih sudah berkenan baca artikel saya… saya persilahkan menyimak artikel selanjutnya.
    trimakasih atas kunjungannya….

  4. Hai! Salam kenal Bang Saiful! Aku saat ini sedang studi di Malaysia, tapi aku orang Indonesia tulen, asli Sumatera Selatan, tapi tinggal di Jakarta. Aku baca kisah kamu n mau share ni, dengan pengalaman aku di Malaysia. Ini untuk memperjernih masalah tarik-menarik budaya antara Indonesia dan Malaysia. Menurutku kita tidak bisa memaksa orang Kalimantan untuk menjadi seperti orang Jawa atau Jakarta. Masalah Bahasa Indonesia dan Lagu Nasional, itu karena salah kita juga yang kurang sosialisasi. Mereka bertahun2 sudah akrab dengan sesamanya di seberang. Ketika temannya di seberang lebih maju, kan gak salah belajar dengan anak yang lebih pintar, misalnya. Aku juga di Malaysia disangka dari Sabah. Karena muka aku seperti China (kebanyakan orang Palembang bermata sipit, berkulit kuning), dan bahasa yang kupakai bukan bahasa Malaysia sepenuhnya, separuh berbahasa Indonesia. Ternyata setelah cari tahu dari teman2: orang Sabah berbahasa separuh bahasa Indonesia dan separuh berbahasa Malaysia. Tapi bagi orang Malaysia, itu bukan sepenuhnya bahasa mereka. Campur2 begitu lho! Sekarang, apakah kita masih menyalahkan orang Malaysia yang secara tak langsung mengajari orang Kalimantan, atau kita yang intropeksi meningkatkan sistim pendidikan di Indonesia?

  5. hai salam kenal jg…
    makasih dah nyempetin nyimak catatan harian sy..
    ur opinion is quiet good..
    pd dsarnya sy setuju… sy tidak pernah mengagung2nya kesukuan. 3 thun sy hdp dalam komunitas yg plural, di skul tmpt mengajarq dulu di kalbar gr2nya ada cina, dayak, batak, melayu, timor bali dan jawa. Jadi sdikit banyak jd sdh berpikiran yg terbuka.
    Tp ngomng2 benernya bkn ini esensi tulisan sy… tp lbih kepada “petualangan” sy dalam berkarya menjadi seorang guru….
    trims… slmt belajar di negeri jiran….salamm

  6. aku suka sifat petualangmu mas… insyaallah akan ku tiru jejakmu ke kalimantan jadi guru… aku sependapat dgnMu..
    mohon bantuanya nanti…
    salam kenal

  7. salam kenal mas…..
    membaca artikel mas saiful benar2 menginspirasi saya untuk mencoba berkiprah dalam dunia pendidikan di luar jawa khususnya kalimantan.
    oya mas, sebelumnya perkenalkan nama saya Misbakhul Munir dari Pemalang Jawa Tengah. saya adalah satu dari sekian banyak sarjana pendidikan lulusan dari PTN di semarang yang sampai saat ini belum menemukan tempat bagi saya untuk mengajar.
    setelah membaca artikel mas saiful,timbul minat yang begitu besar dari pemikiran saya untuk pergi ke luar jawa dengan harapan dapat menemukan tempat mengajar atau sekolah. mas saiful, masih adakah tempat di luar jawa sanakah tempat untuk saya mengajar????
    hehehehe….
    terima kasih sebelumnya🙂

  8. ika mas munir serius untuk ke kalimantan, masih sangat banyak jalan. Kalau boleh tau mas munir jurusan apa..? jika berkenan kirim atensi silahkan kirim email ke saiful@saifulghozi.com

  9. salam kenal mas Syaiful…
    saya Ridwan dari Cilacap yang Alhamdulillah baru Lulus menempuh S1 Pendidikan Agama Islam di Yogyakarta.
    saya ingin mencari informasi menjadi pengajar di Kalimantan, bagaimana proses dan prosedurnya, terima kasih atas informasinya.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s