Just About Mymind

Karya Dalam Perjalanan

Karena nyalanya api adalah harapan…..

Tinggalkan komentar

Malam ini seperti malam2 kemaren dimana aku selalu penasaran untuk mengawali sebuah tulisan.
Ada banyak hal yang menjadi inspirasi hari-hari terakhir ini. Mulai pergulatan politik negara yang jauh dari jangkauan ( sialnya, aku suka isu – isu politik..), hingga persoalan hak yang menguras energi hatiku dan teman – teman di yayasan.
Dari beban tanggungjawab jangka pendek anak – anak yang harus lulus UN, hinggga tanggungjawab pribadi untuk menuntaskan tantangan dan cepat potong kompas mencari muara dalam petualangan ini.

Merasa gagal selalu lebih mudah daripada merasa berhasil. Itulah naluri manusia yang tercermin dalam setiap keluhan. Bagiku yang terpenting adalah terpeliharanya sebuah harapan. Menjaganya ibarat menjaga nyalanya api.

Seperti seni menyalakan api di tungku dengan kayu yang terbatas tanpa ada pilihan. Mungkin kayunya masih basah, apalagi tanpa minya. Tatkala ada api kecil kutiup tiup dan kuatur tumpukannya agar nyala api terpelihara dan terjaga. Hinggga pada saatnya seluruh kayu terbakar dan terbentuklah nyala api yang merata dan stabil. Jika tiupan terlalu kencang sementara api masih kecil, bisa – bisa api malah mati. Jika tumpukan kayunya tidak benar, maka api tak mendapatkan rongga – rongga udara untuk api bisa membakar. Meski usaha ini harus berpeluh peluh.Nah, peluh itulah mungkin keluhan itu.
Seni menyalakan api di tungku adalah seni menyalakan harapan dalam hidup. Analogi yang kupaksakan mungkin.

Diawal awal api dusulut, tentu adalah masa – masa sulit.
Meskipun ini tidak lagi awal dari sulutan api, namun api harapan ini sudah sering meliuk- liuk seakan mau mati tetapi tetap kutiup hingga terpelihara hidup.

Filosofi inilah yang kucoba pakai dalam menghadapi hidup.
Kutunggu saja api ini meliuk liuk di tungkuku yang sekarang. Jika memang tidak memungkinkan untuk bisa membuat api besar, kenapa harus di tungku ini?? gumamku kadang kadang.

Seperti yang kusampaikan pada pimpinan tatkala pimpinan menanyakan prospek eksistensiku di sini.
” Selama saya masih terfasilitasi dan terwadahi untuk berkarya dan bekerja disini ya saya akan disini, minimal hingga paripurna tugas saya di kontrak kerja”. Pimpinan terlihat manggut – manggut dan mengerti ungkapan itu. Tanpa saya repot – repot menyampaikan negasi dari pernyataan itu. Sebab pimpinan adalah orang berpengalaman lebih dari 25 tahun merespon reaksi dan gerak gerik setiap bawahannya.

Bagi mereka kawan – kawan senior, api yang dulu pernah besar disini tentu sudah pernah membuat mereka menanak masakan yang sudah ternikmati.

Nah, tatkala api kini meliuk liku seakan mau mati aku dan kawan – kawan lain yang masih muda dihadapkan pada tantangan mendapati keadaan ini. Adalah normal kiranya jika aku menyampaikan demikian pada pimpinan waktu itu. Sebab aku juga membutuhkan besarnya api agar aku juga menanak nasi bersama pasangan hidup yang direncanakan oleh Tuhan.

Tapi yang terpenting api itu tidak hanya di tungku ini. Akan kujaga api api di tungku lain. Sebab nyalanya api adalah nyalanya harapan.

Dalam mitologi Yunani, pandora menghukum dunia dengan membuka kotaknya.Tatkala berbagai hal buruk keluar dari kotak itu, buru – buru ditutup sebelum sang harapan keluar dari kotak itu.

Akan kurebut harapan dari kotak pandora, diantara pelbagai hal buruk yang ada didalamnya.

Tapi ah… abstrak sekali.

Kaltim 2010

Penulis: Saiful ghozi

Lulus sarjana Pend Matematika Univ. Neg. Malang thn 2005. Mengajar di berbagai sekolah CSR perusahaan; PT SBK Melawi Kalbar, PT Kertas Nusantara Berau Kaltim, PT Chevron dan Total E&P Balikpapan. Setelah lulus pascasarjana di Unmul Samarinda thn 2013, kini menjadi dosen tetap di Politeknik Negeri Balikpapan Kaltim

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s