Just About Mymind

Karya Dalam Perjalanan

Yang penting tidak lapar malam ini.

1 Komentar

Sembari menunggu air mendidih, saya iseng menyimak desain kemasan mi instant yang akan saya masak malam ini.

Seperti hari2 sebelumnya, saya hanya bisa masak mi instant untuk mengobati rasa lapar jika saya masih terjaga ditengah malam. Ditambah satu butir telur dan sedikit irisan cabe untuk mengurangi nuansa makanan kemasan. He..
Tapi ada yang aneh dengan renungan saya kali ini.

Mi ala "rasa lapar"

Ya, ini gara – gara mi instan rasa soto makasar yang saya masak.
Saya sejenak berpikir, kenapa di minimarket2 di sini banyak dijual mi soto makasar. Belakangan saya ingat sering juga saya masak mi instan rasa cakalang. Cakalang adalah aroma khas sulawesi. Nama cakalang adalah nama daerah tertentu di sulawesi, kurang jelas daerah mana dan kenapa harus bernama cakalang.

Meski pusat pabriknya di Jakarta, rupanya produsen mie instan memperhatikan karakter dan aroma rasa mi yang diproduksi sesuai daerah – daerah distribusiannya. Sungguh cerdik strategi pabrik mi instan ini. Kecil kemungkinan saya bisa menemukan mie rasa seperti itu pulau jawa, apalagi di toko2 kelontong dikampung asal sayadi jawa sana. Meski sebenarnya mie tersebut di produksi di Jawa.

Pabrik mie rupanya juga punya punya strategi bagaimana produk memiliki nilai2 dan rasa yang khas sesuai daerah dimana produk itu di edarkan.
Artinya, penting kiranya memperhatikan karakter budaya lokal untuk bisa berapdatasi dan eksis di daerah dimana kita tinggal. Semua demi diterimanya suatu eksistensi ditengah masyarakat yang ada.

Kalau saya pergi ke madura, mungkin akan ada mi instan rasa sate madura. Atau akan ada mi instan rasa so to banjar jika berjalan – jalan di kota Banjarmasin. Mie asam pedas khas Pontianak mungkin. He..

Tiga tahun saya berada di kalimantan Barat, saya tidak menemukan mi instan rasa khas daerah itu. Tapi di sini, mi dengan rasa2 khas makasar sangat sering kutemukan, atau boleh dikata aku dipaksa untuk merasakan mie ini. Bagaimana tidak, karena begitu mencoloknya dominasi rasa dan selera itu di daerah sini.

Belakangan saya pun sadar, hanya perjalan 1 jam pakai pesawat dari Balikpapan, atau tidak lebih 10 jam naek kapal laut dari Samarinda kita sudah sampai ke Makasar.

Hmmm..Suatu pendekatan berpikir adaptasi yang saya coba pahami pada nilai2 kehidupan ini. Tapi.. udahlah yang terpenting saya tidak kelaparan malam ini.

Penulis: Saiful ghozi

Lulus sarjana Pend Matematika Univ. Neg. Malang thn 2005. Mengajar di berbagai sekolah CSR perusahaan; PT SBK Melawi Kalbar, PT Kertas Nusantara Berau Kaltim, PT Chevron dan Total E&P Balikpapan. Setelah lulus pascasarjana di Unmul Samarinda thn 2013, kini menjadi dosen tetap di Politeknik Negeri Balikpapan Kaltim

One thought on “Yang penting tidak lapar malam ini.

  1. Siapa sih yang tidak kenal dengan Indo Mie ?
    Strategi pemasaran Indofood memang luarbiasa, bahkan terkadang terkesan frontal menghadapi persaingan. Indofood tidak segan-segan melalukan perang dagang head to head dengan produsen baru jika diperkirakan bakalan menggerus pangsa pasar Indomie.😉

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s