Just About Mymind

Karya Dalam Perjalanan

Suatu titik stasioner……

Tinggalkan komentar

Jarum jam selalu saja bergerak seperti kemaren dan juga lusa. Siapa sangka saya menjadi seperti sekarang, masih seperti sekarang . Terjebak dalam dimensi waktu yang masih seperti sekarang.

Saya mencoba menganalogikan perjalanan ini dalam perjalanan garis dari sebuah kurva. Bagi saya ini adalah salahsatu titik yang menghasilkan nilai stasioner dalam perjalan hidup saya.

Maaf saya menggunakan istilah matematika. Maklum topik matematika di kelas akhir – akhir ini memang berkutat masalah titik stasioner.Sekedar tahu, dalam topik pembicaraan tentang kurva grafik, nilai stasioner adalah nilai yang menjadi bakal calon titik ekstrim dalam sebuah perjalanan kurva. Bisa nilai ekstrim maksimum maupun nilai ekstrim minimum. Tapi masih bakal calon. Belum pasti. Karena semua perjalanan kurva samasekali belum selesai.

Saat ini roda aktifitas seakan berporos dari satu titik saja. Semua berawal dari satu properti diatas meja kerja saya di dalam kamar dan kembali lagi dimeja yang sama.

Aktifitasku seakan lebih dominan berada di dunia maya, dari mulai blogwalking ( sitilah para blogger menyimak2 postingan2 blog informatiif ),  menyimak headline koran nasional, lokal hinggal majalah – majalah ringan.  Apalagi kalau yang namanya facebook. Meski tidak sering ngisi status, tapi facebook adalah bagian dari ritual wajib. Jejak cookiesku di laptop yang ” teraniaya” berderet – deret seperti butiran tasbih.

Semua itu berkat satu kegunaan properti utama saya berupa laptop yang terhubung modem CDMA Fleksi yang tergolek tak berdaya diatas meja kamar saya. Sebuah properti diatas meja kamar yang saya eksploitasi habis – habisan kegunaannya.

Mengerjakan segala tanggungjawab delik kerja, baca2 buku hingga mengasah ketajaman otak dengan sekedar mengutak atik soal – soal matematika tingkat lanjut, kesemuanya di satu poros tempat yang dominan, yaitu meja kamar.

Tatkala hati gersang, pikiran penuh, dan ingin mendekatkan diri dengan Tuhan saya cukup membaca kitab Ihya’ Ulumuddin karya Imam Ghazali. Kitab tersebut juga ada diatas meja. Demikian juga tatkala membaca kitab suci Al-qur’an. Keduanya berada diatas meja.

Sekedar mengamati wajah dan perkembangan kerutan2 dahi karena usia, tingggal menghadap meja karena cermin juga diatas meja. Demikian juga jika ingin merias wajah untuk mengawali segala aktifitas keluar kamar.

Untuk membuat tarus (coretan pencacahan) menghitung hari, tersedia kalender yangtertempel disamping meja. Bersolek wajah dan kerapian baju, tinggal duduk dan mengambil perlengkapannya yang berada diatas meja yang sama.

Sebungkus rokok mild juga selalu berada diatas meja lengkap dengan koreknya yang menemani saya disaat dahaga kedamaian pikiran tak lagi tertahan. Photo narsis bersama murid2 terpampang lusuh di samping cermin, juga disekitaran meja yang sama.

Semuanya benar2 masih berkutat disekitaran meja kamar tidur saya. Di dalam kamar yang sudah mulai terasa bagai penjara waktu. Dalam keadaan seperti ini ingin rasanya kuloncati waktu mengambil jatah libur. Bertandang ke peradaban yang penuh dinamika dan rasa. Berganti ganti pertemuan dengan bermacam kolega. Termasuk untuk menjemput belahan jiwa.

Singkatnya, dari satu titik itulah seakan roda waktu terkendali. Ku tunggu titik stasioner berikutnya, hingga kutemukan titik2 ekstrim yang lebih optimum dalam perjalanan kurva kehidupan ini

Penulis: Saiful ghozi

Lulus sarjana Pend Matematika Univ. Neg. Malang thn 2005. Mengajar di berbagai sekolah CSR perusahaan; PT SBK Melawi Kalbar, PT Kertas Nusantara Berau Kaltim, PT Chevron dan Total E&P Balikpapan. Setelah lulus pascasarjana di Unmul Samarinda thn 2013, kini menjadi dosen tetap di Politeknik Negeri Balikpapan Kaltim

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s