Just About Mymind

Karya Dalam Perjalanan

Terimakasih “Jendral”!!

14 Komentar

Sudah seminggu liburan ini saya lewati. Jalan – jalan dengan sahabat lama di Balikpapan, silaturrahmi dengan sanak saudara, mengunjungi dan berkumpul dengan kawan komunitas lama di Malang, sekedar walking around kota kelahiran Blitar, hingga memanja mata dengan melihat  dan meilih deretan buku – buku laris di berbagai toko buku terkemuka sudah saya lakukan.

Perjalanan Berau- Tanjungselor

Meski ada satu agenda yang gagal saya jalani, yaitu menghadiri pernikahan kawan di Jokjakarta. Ah, sangat saya sesali. Tapi tak apa, semoga kawan mengerti dengan halangan yang saya jelaskan.

Ada banyak hal inspiratif tentunya yang saya dapatkan dari beberapa aktifitas liburan ini. Dari mulai kilas balik, hingga renungan perjalanan hidup ditengah peta nasib dan keberhasilan kawan,  dan kolega – kolega saya. Ada yang dmesti disyukuri dan ada yang masih harus dicapai oleh saya.

Eh…, tapi sebelum hal – hal inspiratif  tersebut saya kejewantahkan lebih lanjut dalam postingan blog natinya, sejenak saya ingin mengenang, dan mengucapkan terimakasih pada sang ”Jenderal”.

Ya…, ada yang istimewa dalam liburan saya kali ini. Sebelum terbang menuju Balikpapan dari Tarakan, saya melakukan perjalanan darat dari Berau menuju Tarakan menggunakan motor butut saya yang setia. Motor Suzuki Shogun produksi tahun 1999. Istilah dikampung saya untuk motor shogun tersebut adalah ”shogun kebo” ( baca: shogun kerbau). Mungkin karena bebalnya mesin yang jarang  kenal mogok, hingga disebut demikian. Semoga saja tidak menular  pada bebalnya otak pengendaranya saja…, hehe.

Belakangan saya baca di website Wikipedia bahwa kata Shogun berasal dari istilah Jepang yang berarti Jenderal. Jadilah saya menyebut motor saya sang ” Jenderal”. Nama yang cocok juga jika dikaitkan dengan perannya yang setia mengawal saya tiap hari untuk perang di medan kerja dan petualangan liburan kali ini.

Bersama "Jendral yang setia"

Perjalanan Berau- Tarakan sejatinya memang tidak terlalu berat dari segi kemulusan track dan kualitas aspalnya. Jalannya relatif bagus, tanjakan – tanjakan dan kelokannya pun tidak terlalu ekstrim. Jauh lebih ekstrim track Blitar – Malang.  Tapi jarak tempuk 3 jam menembus semak belantara hutan dengan arus pengendara yang sangat sepi sungguh menjadikan perjalanan cukup mendebarkan. Betapa tidak, gimana kalau – kalu terjadi sesuat dengan si Jenderal. Jangankan bengkel  atau pemukiman, ketemu orang saja tidak!. Tercatat selama 2,5 jam perjalanan pada jam 5 pagi, saya hanya berpapasan tidak lebih dengan 5 kendaranaan bermotor saja.

Image: bestgamewallpapers.com

Tapi Alhamdulilah, perjalanan  lancar.Sang Jendral terlihat masih perkasa sesampainya di pelabuhan Tanjung Selor. Dan selanjutnya saya tinggal untuk mengejar jadwal pesawat terbang dari Tarakan menuju Balikpapan. Terimakasih Jenderal. Tapi tugas belum selesai, tunggu tugas selanjutnya!!

Penulis: Saiful ghozi

Lulus sarjana Pend Matematika Univ. Neg. Malang thn 2005. Mengajar di berbagai sekolah CSR perusahaan; PT SBK Melawi Kalbar, PT Kertas Nusantara Berau Kaltim, PT Chevron dan Total E&P Balikpapan. Setelah lulus pascasarjana di Unmul Samarinda thn 2013, kini menjadi dosen tetap di Politeknik Negeri Balikpapan Kaltim

14 thoughts on “Terimakasih “Jendral”!!

  1. Wah iya… shogun jadi merk motor ya?? Mudah2an motornya tidak bernasib seperti pemerintahan shogunat (pemerintahan militer oleh para shogun) di Jepang yang berkuasa selama berabad2 namun membawa Jepang ke dalam keterisolasian dan keterbelakangan. Pemerintahan shogunat yang dikira nampak gagah itu baru terlihat keroposnya di pertengahan abad ke-19 sewaktu komodor Matthew C. Perry dari AS mendarat di Jepang dan memaksa pemerintahan shogunat Tokugawa untuk membuka perdagangan dengan AS di bawah ancaman artileri kapal perang AS dengan teknologi baru (untuk saat itu) yang bernama “Paixhans Shell Guns” yang mampu menghancurkan kapal2 dan bangunan2 di sekitar pelabuhan dengan akurat dan efisien. Setelah sempat menghancurkan beberapa bangunan di sekitar pelabuhan Tokyo, akhirnya pemerintahan Shogunat Tokugawa mengalah, sadar bahwa angkatan perangnya tidak bisa menandingi teknologi baru yang dibawa kapal2 perang AS.

    Namun, sejak itu rakyat Jepang sadar bahwa mereka sebenarnya merupakan sasaran empuk ancaman kekuatan2 barat dan pemerintahan shogunat tidak akan mampu melindungi rakyat Jepang. Tahun 1867, pemerintahan shogun dengan penuh kesadaran melepas kekuasannya dan menyerahkannya kepada kaisar Meiji yang terkenal dengan “restorasi Meiji”nya, yang membawa Jepang dari negara yang paling terbelakang di dunia hingga menjadi negara yang sejajar dengan negara2 barat hanya dalam kurun waktu sekitar 30 tahun saja !!!

    Huahaha…. ya itulah sekilas pelajaran sejarah tentang akhir pemerintahan shogunat di Jepang. Wah… jadi komen sejarah bukan komen tentang motor nih ya??😀

    • wahhh… ampun deh wawasan sejarah p Yari neh, saya juga termasuk peyuka sejarah2 peradaban perang.
      btw… sayang seandainya sejarah bisa dirubah, dengan mencegah Jepang lmelakukan konfrontasi langsung dengan AS dulu2nya,… mestinya Jepang bisa tercegah dengan penandatangan pakta kekalahan perang dunia II yang mengakibatkan Jepang bak kucing yang dikebiri…tak punya daya perang, entah sampai kapan…
      Smestinya Jepang menjadi salahsatu poros yang mengimbangi dominasi kekuatan adidaya AS selain Cina dan Rusia….
      saya mesti tiarap dulu untuk ngimbangin koment yang begitu panjang, lintas topik tapi masih mengena….hehe trimkasih ..

  2. Assalaamu’alaikum

    Perjalanan pertama di pagi ini, menemui jejak awal di postingan saudara Saiful. Senang membaca pengalaman dengan Sang Jeneral yang tentunya sudah memberi khidmat baik dalam menembusi setiap perjalanan masa.

    Sesungguhnya, kita mesti bersyukur kepada Allah yang menganugerahkan kita sebuah harta yang walau tidak semewah orang lain tetapi mampu membawa kebahagiaan dalam kehidupan kita.

    Selamat berlibur dan bertugas.
    Terima kasih telah berkunjung ke laman ilmu saya.

    Salam kenal dari saya di Sarawak, Malaysia.

    • walkum salam…
      trimakasih atas persinggahan ce’ gu di blog saya yang sederhana..
      Mengingatkan saya pada nilai syukur pada Allah… terimakasih.
      Saya memang belajar menghayati sebuah kesederhanaan… semoga ada hikmahnya…
      salam kenal balik dari Kalimnatan Timu, guru Indonesia…

  3. Blog saudara Saiful sudah saya tautkan di Ruang Menuju Dunia Sahabat (atas banner) di laman saya. Mudahan terjalin ukhuwwah yang baik antara dua negara.

    Salam ceria.

  4. wuihhh… perjalan yang seru.. kapan aqu bisa maen ke balikpapan yach… tapi aqu yakin aqu bisa kesana, moga ja kita bisa ketemu disana mas…. pengen rasa na reuni seperti waktu kita kuliah dulu… kerja dimana mas…

  5. bisa jok… kalo ke balikpapan hub fera setiawan…ia di KPSpasti ketemu. sukses…selalu

  6. Ach…
    Saya punya satu Shogun ini dan sampai sekarang masih beroperasi dengan baik. Maklum yang makai cuma istri doang, kalau saya sih mungkin sudah remuk😦

    Hmmm…kapan ya saya akan dapat undangan married dari admin blog, kok ceritanya hanya menghadiri pernikahan teman yang gagal😦

  7. wah…., punya shogun thn 99?? jarang2 orang kalimantan punya motor butut pak…
    tp kalau yg pakai istri mah awetlah.
    kata pengamat motor sih shogun ini emang yang tergolong bandel, ketimbang edisi sogun2 yang laen..,

    Ttg nikahnya admin…. masih usaha lahir batin pak.
    insyallh ga terlalu lama2 lagilah ….hehehe(ngarep…)

  8. Wah, hebatnya shogun. Saya pakai shogun 03. Tapi gak pernbah berani lewat jalan sepi apalagi malam dari Pangkalan Bun ke Kumai atau sebaliknya yang jaraknya sekitar 15 km. Jalur sepi dan kata orang angker. Angker-nya bagi saya gak masalah, yang jadi masalah danmenakutkan bagi saya selama ini adalah kalau ban bocor atau mesin ngadat di tengah perjalanan. Dari pengalaman 7 tahun pakai shogun dengan perawatan rutin sesuai jadwal sih memang gak rewel, motor ini. Hanya tingkat keterangan lampu depan saja yang agak mengganggu, terlalu redup jika berpapasan dengan motor-motor baru di jalanan, ditambah lagi dengan kacamata yang gak bisa lepas, bikin perjalanan malam menjadi tidak terlalu menyenangkan.

  9. shogun 03?? itu si masih perkasa pak…
    shogun 99 aja masih bandel…, tp modal utama sy karena berani, nekat, yakin, do’a dan petualangan. selebihnya, tdk akan sy ulangi keduakali insyallh. hehe
    ngeri juga kalau mengenang perjalanan sy menembus belantara semak dan hutan kalimantan …hehhe

  10. Wah motornya bandel euy..Semoga motor saya juga gitu..Btw salam kenal yah..

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s