Just About Mymind

Karya Dalam Perjalanan

Blog adalah sebuah toko pribadi…

10 Komentar

Jika blog diibaratkan rumah pribadi di dunia maya, maka saya mengibaratkan blog sebagai toko. Pemilik blog menjual data, informasi serta inspirasi. Dan pengunjung blog disaat yang sama sebenarnya jadi pembeli. Lhoh, kok pengunjung dikatakan pembeli? Emang bayarnya dengan apa??. Dibeli dengan tawaran keakraban dan rasa hutang untuk berbagi. Terus yang melakukan tagihan siapa??. Tentu naluri. Hanya saja, kalau misal mendapat inspirasi dari blog saya tidak mesti harus berbagi dengan saya. Melainkan dengan siapapun dengan lintas nilai dan ekuivalensi.

saifulghozi.com

Jadi jika kita sudah mendapatkan banyak hal dari blog orang lain, perasaan hutang budi secara alamiah muncul. Semakin banyak transaksi “jual beli” yang kita lakukan dalam aktifitas blogging, semakin kita kaya. Kaya dengan relasi, wawasan, kepekaan dan inspirasi. Demikian renungan singkat saya tentang blog.

Sudah tak terhitung seberapa banyak wawasan dan inspirasi yang saya dapatkan dari aktifitas blogging yang saya lakukan. Meski blogging saya hanya sesempat “belang – belang kambing”. Dulunya, blogging berangkat dari sekedar iseng dan kenekatan dalam menembus keterbatasan dan kungkungan rutinitas. Namun akhirnya mengarah pada kesadaran akan pentingya wawasan.

Berawal dari keinginan saya tentang bagaimana membuat web, saya ingin sedikit me “resume” setapak pengetahuan yang saya dapatkan. Kalau ternyata terlalu menggarami laut bagi orang lain, paling tidak ini bagian dari dokumentasi senoktah pengetahuan saya.

Dulu, yang saya tahu untuk memiliki website perlu wawasan bahasa pemrogaman web. Ada ASP, PHP, HTML , Java dsb. Setidaknya untuk menciptakan web sendiri harus bisa salahsatu bahas pemrogaman tersebut. Karena itulah saya sempat membeli buku tentang dasar – dasar bahasa pemrograman HTML. Belum sampai hitungan jam saya membaca buku tersebut, saya hampir putus asa. Kok susah sekali membuat web…!!!

Illustrasi Ragam Web CMS

Namun ternyata untuk memiliki web tidak mesti mahir bahasa pemrograman tersebut. Ada suatu aplikasi yang mempermudah membuat web tanpa memahami delik bahasa pemrogramannya. Yaitu yang disebut aplikasi Web CMS ( Content Manajemen System). Dari mulai yang user friendly ( bagi saya) WordPress, DRUPAIL, JOOMLA!, MAMBO, NUCLEUS hingga yang sedikit kurang popular ( juga bagi saya) yaitu CONCRETE 5.

Untuk menguasai aplikasi – aplikasi tersebut ada banyak jalan hinggga menjadi mahir atau sekedar tahu dasar – dasarnya. Dari mulai pelatihan – pelatihan singkat, membaca buku – buku dan artikel di internet sampai dengan getok tular dari kolega – kolega yang ramah dalam berbagi. Nah, tinggal kita memilih dan memilah sesuai dengan kesempatan yang kita punya Web CMS mana yang ingin kita gunakan untuk membangun web pribadi. Bagi yang sudah malang melintang didunia web designer, dan professional blog biasanya mereka punya kecenderungan dan spelialisasi dalam membangun web.

Namun bagi yang awam seperti saya paling tidak saya tahu dulu macam ragamnya. Web CMS wordpress satu paket dengan hosting gratisnya sudah cukup memanjakan saya dalam berekspresi dan berblogging ria. Yang akhirnya melahirkan sebuah blog belia https://ghoziblitar.wordpress.com. Sedangkan untuk blog dengan domain berbayar, saya memutuskan untuk menggunakan Web CMS WordPress 2.9 yang terinstal di databse server yang saya sewa, yaitu http://dijaminmurah.com. Maka lahirlah sang orok newbie http://saifulghozi.com .Meski masih dalam proses building content dan dedikasikan untuk delik dunia saya sebagai guru matematika.

Semoga Tuhan memberi saya hidayah dan kesempatan untuk senantiasa belajar dan mengembangkannya. Amin…

Penulis: Saiful ghozi

Lulus sarjana Pend Matematika Univ. Neg. Malang thn 2005. Mengajar di berbagai sekolah CSR perusahaan; PT SBK Melawi Kalbar, PT Kertas Nusantara Berau Kaltim, PT Chevron dan Total E&P Balikpapan. Setelah lulus pascasarjana di Unmul Samarinda thn 2013, kini menjadi dosen tetap di Politeknik Negeri Balikpapan Kaltim

10 thoughts on “Blog adalah sebuah toko pribadi…

  1. Ops, ternyata sudah ada orok yang lahir.
    Ayo Mas, kamu bisa kok😀

  2. trimakasih pak…..,
    pak aldy adalah salahsatu inspirasi saya dlm membangun dan melahirkan blog…..

  3. Ya… ngeblog sesuai dengan kebutuhan. Jikalau ingin dikembangkan menjadi “bisnis” ya sebaiknya memang menggunakan domain dan server sendiri. Namun begitu, yang paling penting adalah tetap rajin meng-update tulisan, sebab banyak mereka yang punya domain dan server sendiri pada akhirnya blognya terbengkalai tak terurus juga…. mubazir…

    Ok… semoga sukses dan terus mengupdate blog barunya. Selamat!😀

  4. iya pak betull.. itu juga yang sempat terpikir.
    yang paling penting dalam blog memang kontennya…

    tentang blog dengan domain mandiri, itu bagian dari belajar dan menambah pengetahuan. semoga saja tidak menjadi rmah hantu hehe…,
    tp ya step by step, meski emang stepnya lambat mengingat kualitas koneksi internet saya yang terbatas. …trimakasih atas masukannya

  5. Ya. Ngeblog, menurut saya dapat untuk menunjukkan eksistensi kita. Banyak orang yang pernah hidup tapi tak pernah dikenang. Mereka hanya meninggalkan nisan di kuburannya yang mendokumentasikan nama si fulan bin(ti) fulan(ah) lahir tanggal sekian, wafat tanggal sekian. Isi hati dan pikirannya? Fuih, tak ada yang tahu.
    Bagi para bloger, blog adalah salah satu nisan yang “abadi” yang membuka isi hati dan pikiran pemiliknya.
    Update content,penting sekali. Namun kehidupan di dunia nyata perlu juga di-update. Jadi ya mesti seirama. Ketika sibuk di dunia nyata, tentu kehidupan di dunia maya sedikit terbengkalai, begitu juga sebaliknya.
    Selamat ngeblog. Balog walking tanpa mengisi koment-pun, akan tercatat dalam statistik pengunjung. Itu bisa sedikit memuaskan karena ternyata, ada saja yang berkunjung.

  6. duh senangnya guru-guru telah banyak yang bisa melahirkan orok, kita ajak yang lain yuk pak untuk mulai ngeblog

  7. langsung menuju dan menimang orok nya ya [pak

  8. wah… baru aja lahir pak.. maklum kalo blm ada isinya.
    masih utak utik tali pusar orok.
    lagi trobel tuk masuk Cpanel penyedia hosting, karena IP koneksi dynamic IP, (mode: mumetttt)

  9. kalo self hosting, lebih berat lagi “buka tokonya”🙂 sementara ini aku masih memilih di versi gratisnya WordPress.

  10. betul dan jg relatif mbak. kita memang layak memilih. kalau itung2ngan kegunaan, hosting gratispun sudah cukup, toh semua fitur msh bisa dimaksimalisasi. bolg hosting mandiri adlah bagian dari wawasan dan belajar kemandirian… hehe

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s