Just About Mymind

Karya Dalam Perjalanan

Guru: tips, inovasi dan inspirasi

11 Komentar

Illustrasi: indonetwork.co.id

Awal tahun ajaran selalu menjadi  awal seorang guru menyiapkan “grand design” delik tanggugjawab kinerjanya satu tahun kedepan.  Dari persiapan mengemban  jumlah jam mengajar perminggu , penanggungjawab program  pengembangan diri siswa, hingga kesiapan menjalani rotasi kepanitiaan berbagai program kerja sekolah semisal EHB, UAS, MOS, studytour dll..

Terlalu sempit sebenarnya jika guru hanya identik dengan tanggungjawab mengajar dikelas. Ada banyak tanggungjawab yang melekat pada diri seorang guru. Tanggungjawab keilmuan, delik administratif, tuntutan pengembangan diri, hingga tangggungjawab keteladanan yang melekat pada diri seorang  guru bagi murid – muridnya. Yang terakhir yang menurut saya cukup berat.

Tapi saya masih bersyukur bahwa saya masih mengatakan berat. Sebab masih banyak guru – guru yang bahkan tidak memprioritaskan keteladanan dalam mengemban profesinya dalam dunia pendidikan.

Dan yang tak kalah penting adalah tanggungjawab guru untuk menjadi busur yang kuat yang melesatkan anak didiknya jauh menjemput masa depan mereka.

Baiklah, sedikit inspirasi akan saya dokumentasikan dalam sebuag posting kali ini yaitu tentang 10 langkah bagaimana menjadi guru yang ideal dan inovatif.

Pertama, menguasai bahan ajar secara mendalam.

Kedua, mempunyai wawasan yang luas.

Ketiga, komunikatif.

Keempat, dialogis.

Kelima, menggabungkan teori  dan praktek.

Keenam, memiliki kemampuan tahapan pembelajaran.

Ketujuh, mempunyai variasi pendekatan.

Kedelapan, fokus .

Kesembilan, menghindari unsur penekanan dan pemaksaan.

Kesepuluh, humoris dan serius.

Saya cuplik dari sebagian isi buku : Tips menjadi guru inspiratif, kreatif dan inovatif. Karangan Jamal Ma’mur Asmani. Penulis muda yang mengupas dunia mengajar guru berdasar pengalaman menjadi guru dan murid dengan pendekatan ketokohan guru-gurunya dipesantren.

Illustrasi buku: divapress-online.com

Namanya juga tips, tentu jauh dari kajian – kajian keilmuwan pedagogik yang berat. Tapi sangat mudah cermati, dan dijadikan inspirasi dalam pengembangan diri seorang guru. Terlebih guru muda seperti saya -meski tidak lagi terlalu muda sebenarnya. Karena saya sudah menjadi guru hampir limatahun dengan lintas jenjang unit satuan pendidikan. Hanya karena saya belum menikah mungkin saya menyebut diri masih muda. He2.

Betapa saya semakin sadar, bahwa guru adalah salahsatu jendela siswa untuk melihat dan membayangkan masa depannya, mencanangkan sebuah mimpi hidupnya dan melihat jauh ke angkasa laksana anak panah yang lepas dari busurnya. Jika busurnya ( guru) mempunyai kekuatan yang besar dan visi yang jauh kedepan, maka anak akan punya kekuatan untuk melesat jauh kedepan. Demikian juga sebaliknya.

Saya sering mengamati, tatkala saya menyisipkan sedikit gambaran ke siswa tentang dunia perguruan tinggi yang penuh nuansa keilmuwan dan tantangan meraih profesi tertinggi, anak – anak terkesan serius menyimak dan membayangkan potensi diriya.

Tebakan saya, mereka sedang membayangkan jauh kedepan indahnya tantangan cita – cita yang harus mereka hadapi. Menjadi mahasiswa yang bergelut dengan diskusi, debat dan organisasi. Dan kelak memasang bangga poto dengan toga wisudanya diruang-ruang tamu mereka.

Betapa ada energi yang terpancar pada  mimik serius siswa dalam setiap pemaparan tantangan dunia perguruan tinggi dan seluk beluk profesi yang mengangkat derajad keilmuwan dan kesejahteraan. Meski  saya juga  sedih jika menatap wajah yang selalu inferior dengan kemampuan orangtua mereka untuk mengantarkan cita – cita dalam benaknya.

Dan kemarin, tatkala beberapa dari mereka sms saya bahwa beberapa dari mereka diterima di Perguruan Tinggi Negeri-ada yang menjadi calon guru biologi, calon insinyur pertambangan, hingga ilmuwan fisika,  saya jadi ingat paparan tantangan yang pernah saya kemukakan.

Padahal saya masih ingat wajah – wajah murung, sendu bahkan ada yang setengah pingsan tatkala mereka gagal di Ujian Nasional tahap pertama. Meski akhirnya, mereka berhasil membuktikan diri menjadi anak panah yang melesat jauh meninggalkan busur yang melesatkannya.

Semoga demikian adanya, karena tantangan perguruan tinggi juga tidak sederhana. Sebab banyak mahasiswa yang terjebak dalam hedonisme kebebasan dan ideologi sayap kiri. Namun itu semua adalah bagian dari pilihan hidup mereka nantinya…..

Penulis: Saiful ghozi

Lulus sarjana Pend Matematika Univ. Neg. Malang thn 2005. Mengajar di berbagai sekolah CSR perusahaan; PT SBK Melawi Kalbar, PT Kertas Nusantara Berau Kaltim, PT Chevron dan Total E&P Balikpapan. Setelah lulus pascasarjana di Unmul Samarinda thn 2013, kini menjadi dosen tetap di Politeknik Negeri Balikpapan Kaltim

11 thoughts on “Guru: tips, inovasi dan inspirasi

  1. Meski masih muda..tetap dipanggil pak kan?..karena ga ada.. mas guru..he…, wah senang nih bisa berteman dengan pak guru…, menemukan tempat untuk bertanya…

  2. bisa aja mbak…, ( maaf kalo sok akrb manggil mbak. biar keliatan muda , hehe)

    bertanya ttg apa dulu nih…? asal jgn ttg keluarga dulu..hehe

  3. Gugu digugu dan di tiru, masihkah? Insya Allah ya Mas saiful.

    Blog barunya kok nggak ada kabar?

    • insyallh masih berusaha demikian pak…
      daripada Guru: “diguyu dan ditinggal turu”hehe

      blog barunya masih dlm bengkel otak pak…., maklum koneksinya seadanya.
      masih butuh banyak inspirasi dan masukan…

  4. Tahun 1970an ada serial TV dari jaringan NBC di AS, Lucas Tanner seorang guru di Amerika yang sangat dekat dengan murid2nya namun harus bisa tegas. Walaupun serial ini terhitung biasa2 saja dalam sambutan dari masyarakat namun banyak membuka mata guru dan meredefinisi peranan guru di sekolah agar mencapai prestasi maksimal.

    Kayaknya banyak guru di Indonesia harus melihat serial itu. Saya juga rindu sama serial itu. Waktu itu saya baru berusia sekitar 8 tahun….😀

  5. Subhanallah, tips yg sangat bagus, krn tidak mudah menjadi guru yg disenangi dan disegani murid2 dan bisa memberikan pelajaran dg baik, dimengerti semua siswa yg tdk sama tingkat kepintaran/ kemampuannya.

    • betul mbak….
      yang mbak sampaikan juga bagian arah seni mengajar…
      guru saya pernah menyampaikan bahwa mengajar adalah : seni.
      ada satu hal yang tidak bisa ditiru tapi menjadi inspirasi adalah yang lebih penting
      trimakasih..

  6. wah ko’ saya gak pernah liat ya….
    makin banyak yang mo jadi guru pak…, ada + dan – nya..,
    memang butuh kreatifitas TV yg ada muatan kegueuannya,…

  7. wah semoga saya bisa mengikuti tips-tips yang ada ini pak, salam pendidikan

  8. amin…salam pak… trimakasih

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s