Just About Mymind

Karya Dalam Perjalanan

Sebuah inspirasi instan.

17 Komentar

Satu jam sebelum saya masuk kelas, tanpa sengaja saya menemukan buku kecil yang lusuh terselip diantara file – file dimeja kerja. Saya buka halaman secara acak dan menyimak tanpa konsentrasi dan tujuan yang jelas.

Mata saya tertuju pada deretan kalimat yang dibookmark stabilo merah.Yang nampaknya menarik perhatian  saya untuk melanjutkan membaca. Sejenak saya sadar, ternyata saya asik mereview sebuah teori penting dalam pembelajaran dikelas. Lebih dari limabelas menit saya menyimak.  Sayapun dengan cepat melihat lagi judul sampul buku. Eh, kok tumben sekali saya buka buku ini?Ya, buku kecil berjudul: Pembelajaran dengan pendekatan CTL ( Contextual Teaching & Learning ). Sebuah kajian tentang pendekatan pembelajaran yang mengacu pada pembelajaran kotekstual- pembelajaran yang mengaitkan pada keadaan sekitar.

Tepat setalah menengok judul disampul buku, bel pergantian pelajaran berbunyi. Saya harus masuk Kelas XI IPS; menghantarkan materi “Stastistika”. Sengaja saya berjalan pelan menuju kelas sambil membangun inspirasi singkat bagaimana materi statistik akan saya hantarkan. Sembari mecoba menghubungkan dengan konsep  CTL yang baru saja saya baca .

Jadilah guru mengajar tanpa skenario matang-paling tidak kali ini- maklum saya mengemban 35 jam mengajar seminggu. Sehingga seringkali skenario pembelajaran harus saya susun sambil berjalan menuju kelas-meski tidak selalu demikian kebiasaan saya. Tidak dengan modal bonek untuk masuk kelas tentunya, karena saya sudah punya sedikit jam terbang.

Begitu anak – anak selesai mengucapkan salam kehadiran, sepintas saya sampaikan materi apa yang akan dipelajari.  “Staistika”. Kemudian sayapun meminta anak – anak mencari ide tentang data di sekitar siswa yang menarik untuk dikumpulkan, diolah dan disajikan lalu disimak bersama – sama.

Kelaspun menjadi riuh dengan ide – ide yang menarik sekaligus konyol. Dasar anak sma, idenyapun aneh – aneh. Dari yang postif, unik, mengada – ada maupun ide yang standar. Data berapakali siswa sma disekolah pernah pacaran, misalnya. Adalagi, ide data banyak stok celana dalam yang dimiliki siswa sma (wah, kalau yang ini tentu udah berlebihan dan ngawur nilai esensinya). Dan banyak hal yang tidak perlu saya sebutkan.

Ilustrasi: morismaulana.blogspot.com

Begitu eksplorasi ide saya anggap cukup, tiga ide datapun diputuskan. Data banyak saudara masing- masing siswa, keragaman suku, serta data hobi siswa sma disekolah. Nah, dari ide data yang ditentukan nantinya akan di kumpulkan, diolah, disajikan dan ditafsirkan sesuai urutan kegiatan dalam statistika.

Data diolah untuk dicari ukuran – ukuran statistiknya ( baik penyebaran, letak maupun pemusatannya), disajikan ( secara tabel maupun  visual diagram) lalu ditafsirkan bersama – sama nantinya. Sebagaimana beberapa contoh yang sudah ada dibuku, maupun catatan dipapan tulis.Dan juga sekilas saya kenalkan program SPSS (Statistic Product Service Solution). Sebuah software populer untuk melakukan analisis statistik.

Untungnya bel cepat berbunyi, tatkala materi sudah mendekati delik hitungan rumus. Pelajaran diakhiri dengan penegasan tugas untuk mengumpulkan data. Wajah – wajah merekapun terlihat lega seperti baru lepas dari jeratan introgasi polisi, sebab kali ini matematika belum melakukan aktifitas delik hitungan…hm

Improvisasi memang penting, tapi perencanaan yang matang tetap dibutuhkan dalam meraih kesuksesan pencapaian pembelajaran. Begitulah sekilas delik aktifitas guru dikelas, ada sisi – sisi kesamaan pada profesi – profesi yang lain. Dimana kreatifitas ide dan improvisasi kerja memang diperlukan dalam keadaan abnormal.

Ada kelegaan yang tak tergambarkan saat berhasil membuat siswa membicarakan materi yang baru disampaikan dengan antusias. Eksekusi skenario instan lumayan lancar. Begitu masuk ruang guru, dan melihat jadwal…….eh selanjutnya kelas XII IPS: program linier!! Masihkan dengan inspirasi yang instan..??? seyogyanya memang tidak.

Penulis: Saiful ghozi

Lulus sarjana Pend Matematika Univ. Neg. Malang thn 2005. Mengajar di berbagai sekolah CSR perusahaan; PT SBK Melawi Kalbar, PT Kertas Nusantara Berau Kaltim, PT Chevron dan Total E&P Balikpapan. Setelah lulus pascasarjana di Unmul Samarinda thn 2013, kini menjadi dosen tetap di Politeknik Negeri Balikpapan Kaltim

17 thoughts on “Sebuah inspirasi instan.

  1. Guru harus selalu kreatif dan inspiratif😀

  2. Mengajar memang membutuhkan ide. Ide yang menyebabkan murid mau berfikir secara luas dan kreatif. Anak saya pernah dikasih tugas (pekerjaan) rumah matematika tentang volume atau isi. Tugasnya unik, bukan soal, melainkan disuruh mengukur isi bak mandi di rumah masing-masing. Ditanya, berapa liter isi bak mandi masing-masing dan bagaimana cara mengukurnya. Anak saya (maklumlah masih anak2 justru di sini proses belajar kreatifnya!) dengan polosnya mengisi bak mandi (sebenarnya yang diukur bukan bak mandi tapi bak rendam karena saya di rumah nggak punya bak mandi hehe..) sampai penuh, lalu dia pinjam cangkir pengukur (measuring cup yang untuk memasak) ibunya lantas airnya dikeluarkan seliter demi seliter. Namun setiap kali di pertengahan dia sering lupa lagi sudah berapa liter yang dia keluarkan karena konsentrasinya sering buyar, diajak ngomong sedikit aja udah buyar konsentrasinya, apalagi kalau ada iklan di TV yang dia senangi, biasanya ditinggal nonton dulu, pas balik lagi lupa sampai berapa liter lagi. Setelah beberapa kali gagal, karena capek tiap kali gagal harus ngisi bak lagi sampai penuh akhirnya dia nyerah dan sambil mulutnya manyun datang ke saya: “Pah, saya nggak bisa ngukur baknya!”.

    Akhirnya, karena kasihan, saya bantu. Pertama kali, dia heran kok saya ngukurnya pakai meteran. Saya hanya bilang: “Coba kamu lihat deh, papa ngukur berapa liter isi bak mandi nggak usah diisi air sampai penuh”. Akhirnya saya kasih tahu caranya mengukur isi bak mandi dengan mengukur panjang, lebar dan tingginya. Sesudah itu jadilah hasilnya dalam cm3. Tinggal ubah menjadi dm3. Karena 1 liter = 1 dm3, maka diketahuilah isi bak mandi dalam liter. Dia sendiri sudah diajarkan bahwa 1 dm3 = 1 liter atau 1000 cc = 1 liter.

    Saya berfikir, ini tugas sederhana tapi mengajak si murid untuk berfikir secara luas dan kreatif terutama untuk persoalan sehari-hari yang dekat dengan kehidupan nyata. Salut deh buat guru yang memberi tugas tersebut…🙂

    • wah pengalaman sebagai orangtua memberikan sudut pandang yang lain bagi saya.
      tapi kalau sy lebih salut pada orangtuanya pak…, tidak banyak orangtua yang sempat memperhatikan dan memberi tambahan nilai2 belajar pada anaknya. yang banyak justru protes jika anaknya dikasih tugas yang dianggap aneh.
      karena cara pandang yang sempit pada nilai2 pembelajaran…..

  3. mengaitkan pelajaran dengan konteks yang ada di sekitar siswa membuat siswa lebih semangat, namun arahan guru tetap diperlukan dalam mencari konteks yang tepat dan bermakna. sukses untuk pak guru

  4. tidak semua topik mudah membuat korelasi yang tepat dan mengena dalam prakteknya pak…..
    memfasilitasi dan mengawal konteks juga butuh ketrampilan dan jam terbang pak…

  5. pengalaman saya waktu sma dulu senang jika guru bisa menyampaikan materi dengan gaya yang menyenangkan namun materi dapat diserap siswa..kayaknya pak guru ghozi demikian ya…

    • hampir semua siswa punya harapan demikian trhadap gurunya bu…,
      tp tdk semua pljrn dan guru punya karekter yg demikian. Sebab batasan menyenagkan dan asal senang juga tipis…..so, tegas kadang tet2p perlu.
      saya termasuk yang punya cara pandang seperti dikelas…hmm
      yg penting berdedikasi semampu kita…hehe

  6. SPSS..
    waktu saya kerja di konsultan ada bbrp kali menggunakan software itu..
    saya rasa para siswa akan lebih antusias jika dapat melihat begitu powerful software tsb..🙂

  7. betul pak.., tapi statstik sma sudah terakomodir di fungtion icon excell.., pengenalan SPSS hanya insiatif saya yang kebetulan juga sempat belajar SPSS…

  8. Salam kreatif selalu untuk pak Saiful.

  9. kini tengah dikembangkan model pembelajaran melalui tahapan eksplorasi, elaborasi, dan konfirmasi. kalau tahapan ini diterapkan, insyaallah ctl pun jalan, pak syaiful. salam kreatif.

  10. wah.. jadi pingin mendapat pemaparan lebih lanjut dari pak sawali sebagai tambahan nilai pengembangan diri saya sebagai seorg guru.

    kapan yah kira2 sy bisa mengikuti pemaparan materi dr pak sawali khusunya dlm hal ICT pembelajaran…selain juga wawasan tersebut
    salam juga pak..

  11. Inspirasi instan tetap kita perlukan dalam melaksanakan kegiatan pembelajaran, tetapi tidak setiap kita mau mengajar karena perencanaan yang lebih matang harus lebih kita utamakan. Terkadang dari instannya …. akan muncul inovasi yang baru yang bisa melengkapi perencanaan yang sudah kita buat.
    Salut buat pak Saiful.
    Thank atas komentarnya. Salam kenal juga.
    Tuker link ya.

  12. yah.. begitulah pak. meski begitu memang tdk semestinya intan terus tentunya… maaf br respon komennya.. dengan senang hati tukeran linknya…

  13. Artikel yang bagus..blognya juga keren dan sangat bermanfaat!
    Sa lam kenal, nama saya Kak Zepe. Saya adalah pencipta lagu anak…
    Saya juga penulis artikel pendidikan kreatif dan tips creative parenting…
    Karya2 saya ada di http://lagu2anak.blogspot.com
    Semoga bermanfaat ya… 
    Mari bertukar link! 

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s