Just About Mymind

Karya Dalam Perjalanan

Sedikit cerita dari anak SMA.

15 Komentar

Menjadi guru kadang memaksa saya menjadi pengamat kehidupan dan karakter kepribadian. Walaupun tidak terlalu jauh dan mendalam seperti para psikolog, tapi merenungkan sisi – sisi keragaman karakter dan latar belakang tingkah laku anak menjadi kebiasaan yang tak terelakkan.

Saya yakin hampir semua guru juga demikian. Disinilah saya menjadi banyak belajar karakter dan latar belakang kepribadian siswa, yang mulai menginjak usia dewasa.

Meski saya tidak pernah menghindar atau menyesali tugas wali kelas ini, namun dulu diawal tahun saya sudah menduga bahwa menjadi walikelas X ( baca: satu SMA) akan sedikit “ribet”. Mulai dari mengawal adaptasi siswa baru dalam menjalankan budaya dan tata tertib, membangun tata kelola administrasi baru, hingga bertemu wali murid – wali murid baru yang karakternya belum tahu.

Jika siswa yang masuk berasal dari SMP satu atap, tentu tidak ada masalah. Sebab masih dalam satu rumpun pengalaman budaya dan tata tertib sekolah yang sama. Hanya perlu sedikit upgrade pendewasaan sikap. Yang jadi masalah jika siswa berasal dari luar daerah, atau pindahan dari sekolah lain. Yang notabene memiliki latarbelakang yang beragam sesuai dengan pengalaman dan motivasi perpindahan siswa.

Beberapa minggu yang lalu saya dibuat malu, tatkala anak didik saya tertangkap membawa rokok dalam razia kelas. Belakangan terindikasi rokok dihisap dikelas tatkala jam kosong. Sungguh kasus rokok pertama di sekolah saya yang serius. Apalagi kepala sekolah lebih awal tahu dari saya selaku wali kelas.

Tak lama kemudian, ada siswa perempuan pindahan dari sekolah swasta keagamaan kota yang kedapatan menyimpan file video porno di HP yang dititipkan ke guru. Ini juga kasus pertama sekolah kami. Selain pelanggaran atas HP yang berkali – kali melibatkan anak didik saya yang membawa HP tanpa dititipkan.

Image: warta.com

Yang terakhir kasus hilangnya uang SPP siswa yang disimpan di tas. Belakangan ternyata kasus ini sering terjadi. Dari hilangnya uang sepuluh ribu, duapuluh ribu hingga terakhir seratsu limapuluh ribu. Juga kasus kehilangan uang pertama disekolah kami.

Ada lagi, tatkala menghadapi siswi yang tomboy pindahan dari sekolah negeri terkemuka Ibukota. Siswi dengan baju selalu ketat, cara duduknya yang kurang feminim hingga adaptasi sopan santun yang perlu didampingi. Cara duduknya sungguh “membahayakan iman” guru muda seperti saya. Apalagi duduknya paling depan. Belakangan sudah lumayan baik setelah beberapakali saya beri masukan, bahkan sekarang berkenan mengenakan kerudung.

Bagi sekolah – sekolah lain mungkin ini adalah kasus – kasus biasa anak didik. Apalagi sekolah – sekolah di kota dengan pengawasan yang lebih terbuka. Tidak perlu ditanggapi berlebihan. Dan itulah tugas guru selain delik materi pelajaran. Sebab murid memang butuh figur keteladanan. Selain penegasan peraturan.

Memang, belum ada siswa berkemampuan menonjol hingga menang Olympiade SMA, namun keunggulan sikap dan akhlak diharapkan menjadi brandmark sekolah dimata orangtua. Tak heran, kasus – kasus diatas menjadi sorotan kawan- kawan guru, dan sedikit membuat saya memberi perhatian yang lebih dengan tugas walikelas ini.

Ada banyak sisi yang bisa saya dibahas dan didiskusikan dari delik harian yang saya hadapi tersebut. Mungkin saja saya bahas lain kali. Yang penting saya tidak lagi malu untuk melakukan blogwalking karena tatkkala narablog berkunjung balik, postingan saya tidak lagi postingan “bahulak”, hehe. Maklum sekarang musim Ujian Semester, saya sedang banyak koreksi dan tanggungan pengolahan nilai.

Penulis: Saiful ghozi

Lulus sarjana Pend Matematika Univ. Neg. Malang thn 2005. Mengajar di berbagai sekolah CSR perusahaan; PT SBK Melawi Kalbar, PT Kertas Nusantara Berau Kaltim, PT Chevron dan Total E&P Balikpapan. Setelah lulus pascasarjana di Unmul Samarinda thn 2013, kini menjadi dosen tetap di Politeknik Negeri Balikpapan Kaltim

15 thoughts on “Sedikit cerita dari anak SMA.

  1. semoga dengan pembinaan yang baik di seklah bapak kejadian-kejadian seperti diatas tidak terulang lagi pak. memang sekarang ini anak-anak seklah sepertinya sudah biasa merokok, menaruh video porno di hape…

    semoga mereka bisa sadar

  2. jadi wali kelas emang agak ribet. Apalagi belum punya pengalaman memiliki anak usia remaja. Mau dibandingkan dengan masa wali kelas saat abg udah gak relevan.

  3. tapi kayaknya blm terlalu jauhlah masa sy dengan mereka bu.., he. Tp memang berbeda.

  4. bener banget, pak. guru merupakan profesi yang dinamis dan terus berkembang seiring dengan dinamika murid2nya. di sinilah letak seninya, pak, hehe … bagaimana kita bisa memahami karakter setiap siswa didik yang terus berganti setiap tahun.

  5. Assalaamu’alaikum sahabat guru, Saiful…

    Guru sebenar guru adalah guru yang selalu meletakkan pendidikan siswa adalah yang terbaik berbanding dirinya. Saya kagum dan respek dengan komitmen kepala sekolah dan guru2 di sekolah saiful dalam menanggapi segala isu yang bisa menjatuhkan nama baik sekolah, guru dan warga sekolah keseluruhannya disebabkan oleh segelintir pelajar yang tidak bermoral.

    Tugas guru sangat mencabar sekali dan perlukan kekuatan jiwa juga minda bagi mengatasi segala gejala sosial yang ditimbulkan oleh pelajar yang tentunya tidak dijangka akan berlaku dek kerana silang budaya dan latar belakang terutama yang berada dari luar daerah.

    Semoga penulisan seterusnya akan lebih mantap untuk bercerita tentang disiplin pelajar dan tindakan yang diambil oleh pihak sekolah kepada pelajar yang jelas melanggar etika disiplin tersebut.

    Syabas sahabat guru, jangan berputus asa untuk mendidik anak2 siswa sehingga menjadi manusia berguna.

    Salam mesra dari Sarikei, Sarawak.😀

    • walaikum salam..
      terimakasih tak hingga kepada bunda siti.
      Saya yakin harus lebih banyak belajar tentang kesabaran dan seni memperhatikan anak didik.

      Masing masing guru juga manusia, yang punya sisi emosi dan ketidakmampuan. Tidak banyak yang mau menyadari dan memperbaiki dan mengembangkan diri.

      Kekuatan utama seorang guru adalah keteladanan, demikian kesimpulan singkat dan sederhana yang sementara ini saya raih, selebihnya akan saya temukan sesuai jam terbang saya.

      Salam hangat dari Kalimantan Timur untuk Bunda Siti di Sarawak Malaysia.

  6. Inilah istimewanya seorang guru. Care dengan segala hal yang berhubungan dengan siswa.

    OOT, blog yang satunya kok tenggelam timbul?

  7. Udah menjadi tugas guru pak, karena mestinya tugas guru kan tidak semata delik administrasi.

    Blog barunya timbul tengglam karena malu pak, hehe. Nggak PD mo nanya2, nyimak aja dulu diskusi2 blogger.

  8. ya pak, ntar akan saya kontak pak aldy lewat email.

  9. Assalaamu’alaikum Mas Saiful…

    Salam terakhir buat 2010 dan huluran mesra tahun 2011.

    Alhamdulillah, semoga kehadiran tahun baru akan menyemarak semangat kita untuk terus mengejar impian yang tertunggak di tahun 2010. Harapan yang tinggi untuk kita meneruskan kehidupan yang lebih bermakna di samping beramal dan melakukan ibadah dengan lebih berkesan.

    Hadapi hari esok dengan lebih optimis dan tinggalkan hari kelmarin dengan teladan juga sempadan yang membuahkan kejayaan. belajarlah dari pengalaman lalu untuk mencipta sejarah masa depan.

    SELAMAT TAHUN BAHARU 2011.
    Salam mesra dari Sarikei, Sarawak.

  10. salam kenal
    tetap smangat pak guru…
    qt juga pengajar……masalah terus datang dan pergi
    belum dari siswa dan dari teman kerja….
    aneka macam watak n kepribadianya
    membuat qt semakin banyak belajar dari mereka mereka
    kunanti kunungan balik n kritikannya.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s