Just About Mymind

Karya Dalam Perjalanan

Tarakan: catatan study tour di kota minyak (1)

15 Komentar

Terlihat sebuah pompa minyak yang menganggguk – angguk dalam perjalanan kami menuju Universitas Borneo Tarakan. Secara spontan saya menanyakan aktifitas pompa minyak tersebut. Sekaligus memotong pemaparan pak sopir tentang tragedi bentrokan antar etnis di derah ini beberapa waktu yang lalu.

Sejak dulu saya kurang tertarik dengan cerita – cerita tragedi kemanusiaan semacam itu. Miris, ngeri, dan menyedihkan bagi saya. Saya pernah marah, dan membentak murid gara – gara Ia menunjukkan video amatir pembantaian manusia di HP kepada saya. Saya sangat tidak mengerti apa eksotisnya menyimpan video semacam itu. Saya lebih antusias menyimak seberapa besar kontribusi kekayaan alam “pulau satu kota” yang luasnya 303 km2 ini bagi masyarakat penghuninya.

Kemegahan Universitas Borneo yang mulai terlihat dari kejauhan sedikit menjawab pertanyaan itu. Kampus yang berdiri diatas bukit, dengan desain bangunan – bangunannya yang terkesan modern meyakinkan saya betapa mahalnya membangun bangunan seperti itu disebuah area berbukit yang aksesnya cukup sulit. Letak kampus yang merangsek ke ujung timur pulau, melewati tanjakan lebih dari 40 derajad nan berkelok untuk sampai ke areal kampus tersebut.

Pelabuhan Tarakan : lalulintas speedboatnya mirip terminal

Kemegahan dan kredibilitas sebuah universitas yang ada di suatu daerah adalah bagian dari wujud kemajuan suatu daerah. Tidak semata kekayaan sumber PAD nya, ataupun kekayaan alamnya. Berapa banyak sudah daerah di tanah air yang memiliki kekayaan alam yang melimpah, namun kurang bisa memajukan taraf kehidupan dan intelektualitas warganya. Saya rasa masyarakat kota Tarakan sangat menyadari itu. Berdirinya Universitas Borneo sebagai salahsatu universitas negeri di Indonesia tentu akan melengkapi keunggulan kota Tarakan selain sebagai kota penghasil minyak di tanah air.

Gedung enam lantai sebagai pusat aktifitas rektorat memperkuat supremasi kemegahan bangunan kampus yang berdiri sejak tahun 1999 tersebut. Sayang kami tidak cukup waktu untuk mengeksplorasi lebih jauh kelengkapan fasilitas kampus yang menjadi universitas negeri sejak setahun yang lalu itu.

Segala informasi kelengkapan fasilitas kampus telah kami dapatkan dari pemaparan para pejabat rektorat dan ketua jurusan yang menyambut kedatangan kami. Antusiasme dan keseriusan jajaran rektorat dan pejabat kampus dalam menjelaskan berbagai fasilitas dan kemajuan kampus memperlihatkan semangat pengembangan diri kampus yang sedemikian besar.

Lantai satu gedung rektorat Univ Borneo

Kedepannya, dengan berdirinya kampus ini tentu harapannya meraih kebanggaan kuliah di kampus negeri tidak lagi terlalu mahal bagi anak – anak lokal. Karena tidak harus pergi ke pulau Jawa atau ke Samarinda. Siapa tahu juga anak Jawa ada yang tertarik kuliah ekonomi atau teknik kelautan di sini.

Jarum jam sudah menunjukkan pukul setengah enam tatkala acara ramah tamah dengan jajaran pejabat rektorat usai. Jam segitu untuk waktu Indonesia bagian tengah masih cukup terang sehingga masih menyisakan waktu untuk mengunjungi wisata pantai amal yang berjarak kurang lebih 2 kilometer dari areal kampus.

Namun saya kurang tertarik untuk menjelaskan lebih jauh keadaan pantai tersebut. Selain cuman sebentar saya berada disana, pantai tersebut terlihat kurang dipersiapkan untuk suatu lokasi wisata pantai. Saya hanya mendapati lapak – lapak liar pedagang kaki lima yang memenuhi bibir pantai . Terkesan kumuh dan tidak ada manajemen sampah yang baik.

Pak sopir menjelaskan bahwa pantai tersebut penuh sesak saat momen malam tahun baru kemaren. Bagi saya tidak mengherankan. Tempat wisata mana di negeri ini yang sepi di malam tahun baru. Semua ramai. Dan itu bukan ukuran kualitas lokasi wisata.

Kongkow menghadap hamparan laut di pantai amal.

Matahari sudah mulai tenggelam tatkala rombongan mulai berkumpul untuk meninggalkan lokasi pantai. Saya beruntung duduk di kursi depan mobil, ada narasi yang saya dapatkan dari penjelasan pak sopir tentang bangunan – bangunan penting yang kami lewati sepanjang jalan menuju hotel.

Kantor pajak yang cukup megah seakan menandakan pemasukan pajak yang besar dari pelaku usaha di kota ini. Bangunan dinas pendidikan kota dan perpustakaan mengingatkan saya dengan perpustakaan kota di kawasan jalan Ijen Malang. Ada denyut aktifitas membaca di kalangan masyarakat kota ini.

Belum banyak memang kota – kota diluar Jawa yang pernah saya kunjungi. Tapi untuk ukuran sebuah kota diluar Jawa (selain Ibukota propinsi), kota Tarakan terlihat sangat maju. Tak heran ada semangat dan komitmen yang tinggi untuk membangun universitas negeri di kota ini. Kemakmuran warga yang diimbangi usaha peningkatan taraf intelektualitasnya tentu akan semakin menjaga warga agar tetap menjadi tuan di kampung sendiri. Selain menjaga dan meningkatkan kualitas keluhuran budayanya. Begitulah kira- kira, kurang tahu konsep persisnya seperti apa. he.

Selepas chekin dan makan malam, kami mencoba melihat aktifitas kota ini di malam hari. Sebelum esok pagi melanjutkan kunjungan ke SMAN 2 Tarakan. Sebuah SMA Negeri terbesar kedua di kota Tarakan. Semoga bisa menjadi bahan posting saya selanjutnya. Sekalian mengasah naluri saya untuk bisa menulis seadanya, dari pengalaman yang saya punya.

Catatan : photo diambil dengan kamrea saku 5 MP.

Penulis: Saiful ghozi

Lulus sarjana Pend Matematika Univ. Neg. Malang thn 2005. Mengajar di berbagai sekolah CSR perusahaan; PT SBK Melawi Kalbar, PT Kertas Nusantara Berau Kaltim, PT Chevron dan Total E&P Balikpapan. Setelah lulus pascasarjana di Unmul Samarinda thn 2013, kini menjadi dosen tetap di Politeknik Negeri Balikpapan Kaltim

15 thoughts on “Tarakan: catatan study tour di kota minyak (1)

  1. saya belum pernah ke kaltim pak guru, pingin tapi kok jauh…yang menarik lagi apa ya untuk studi tour anak-anak di seputar balik papan

    • tergantung tema study n tournya pak, kalo balikpapan kayaknya cenderung kota metropolis dan administratif . Cagar alamnya ada penangkaran buaya, dan pantai kota. selebihnya kurang tau juga.

      • Pak guru, saya punya teman seangkatan kalau tidak salah menjadi guru kimia di sma 4 balikpapan, namanya ibu retno …, kalau sempat ketemu di forum, sampaikan salam saya dari kalimantan tengah

  2. Sesekali ngundang dong mas, biar bisa ikutan😀

  3. mas, di univ tarakan ada jurusan kimia gak mas? barangkali ada kan saya bisa daftar jadi dosen🙂

  4. lebih jelasnya coba lihat di websitenya mas, bulan maret thun lalu perekrutan dosen besar2ran. semua jurusan, mtk, kim, bio dan fisika. kayaknya tahun ini akan ada lagi. Tdak harus s2, apalagi mas lulusan ITB, mantap itu…

  5. Universitas Borneo,, sarana pencetak manusia unggul di alam nan elok..

  6. Wah, belum satu kotapun di luar jawa pernah saya singgahi.
    Semoga kelak ada kesempatan.

  7. Ping-balik: CT41. YANG KETIGA – DARIMU UNTUKKU: UNTUKMU « LAMAN MENULIS GAYA SENDIRI G2

    • terimakasih tak hingga atas penghargaan bunda Siti.., menjadi motivasi saya untuk membangun silaturrahmi lebih baik dalam dunia blogging.
      Mohon maaf jika ada keterlambaran respon dari saya buat bunda Siti di Mlaysia

      Salam dari Kalimantan Timur. Indonesia.

  8. Assalaamu’alaikum wr wb mas Saiful…

    hadir untuk memaklumi ada bingkisan khas AWARD dari Malaysia di sini,

    http://webctfatimah.wordpress.com/2011/02/08/ct41-yang-ketiga-darimu-untukku-untukmu/

    Silakan dengan hormatnya untuk menerima award tersebut. Semoga persahabatan ini akan sentiasa baik hendaknya.

    Salam mesra selalu dari Sarikei, Sarawak.

  9. Ping-balik: Award Dariku Untuku Untukmu | vulkanisir.com

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s