Just About Mymind

Karya Dalam Perjalanan

Sebuah kesempatan

2 Komentar

Pendidikan adalah modal dan investasi. Idealnya, pendidikan memang ibadah. Bagi seorang muslim hukumnya fardlu ain atau wajib. Pendidikan bagi sebagian orang mungkin dipandang sebagai kendaraan untuk sebuah gelar. Membawanya pulang lalu disematkan di akhir nama, sebagai lambang supremasi intelektual. Supremasi yang kadang memaksa. Tak peduli siapa yang mengakui atau mengesampingkannya.

Seorang kawan guru SMP dari pulau Maratua-dua jam perjalanan dari lepas pantai, rela menyeberang dengan perahu kelotoknya subuh – subuh tatkala malam harinya ada informasi bahwa calon peserta program pascasarjana mesti kumpul di aula. Demi suatu pencapaian belajar jenjang pascasarja.

Ia duduk tepat disebelah saya, acungkan tangan tinggi – tinggi tatkala ada sesi bertanya pada dosen yang memberikan brefing. Ternyata bukan pertanyaan yang Ia sampaikan, tapi memohon toleransi daan pengertian jika saat kuliah nanti Ia terlambat karena badai dan gelombang besar yang membuat perjalanan kuliah terhambat.

Saya sempat terenyuh, tapi sang dosen nampak dingin dan tak terpengaruh. Mungkin atas nama kualitas pembelajaran, toleransi harus dipermahal. Segala sesuatunya pasti bisa komunikasikan melalui telfon, demikian dosen berujar. Dalam suara telfon akan terdeteksi besarnya gelombang dan badai, demikian Ia sedikit berseloroh.

Wah, dua tahun mendatang di sekolah pinggiran, bahkan pulau diujung propinsi yang masuk kategori I daerah terpencil di Kalimantan Timur akan ada guru bertitel M.Pd. Seakan membalikkan kenyataan bahwa guru di daerah terpencil selalu berkualifikasi pendidikan dibawah rata-rata.

Pendidikan adalah kesempatan. Bagi sebagian orang termasuk saya, melanjutkan pendidikan ke jenjang S-2 adalah hal yang sangat sulit. Sulit tidak saja karena besarnya biaya-sebab saya tidak punya prestasi cermelang untuk meraih beasiswa, tetapi juga masalah track record akademik yang tidak terlalu memuaskan karena berbagai factor daya dukung perkuliahan saya yang kurang bagus.

Kesempatan yang sulit memang harus dibayar mahal tatkala kesempatan itu diambil. Sebagaimana tatkala kesempatan kuliah jenjang S-2 yang saya jalani. Mahal tidak saja karena biaya kuliah dan akomodasinya, tetapi mahal karena saya mesti berpikir keras membagi waktu dan perhatian.

Penulis: Saiful ghozi

Lulus sarjana Pend Matematika Univ. Neg. Malang thn 2005. Mengajar di berbagai sekolah CSR perusahaan; PT SBK Melawi Kalbar, PT Kertas Nusantara Berau Kaltim, PT Chevron dan Total E&P Balikpapan. Setelah lulus pascasarjana di Unmul Samarinda thn 2013, kini menjadi dosen tetap di Politeknik Negeri Balikpapan Kaltim

2 thoughts on “Sebuah kesempatan

  1. mas ghozi… sebenarnya tidalah mahal jika kita perpikir apa yang akan kita dapatkan nanti, bukan sekedar embel2 M.Pd tetapi banyak hal yang akan kita ketahui sebagai insan yang awam dalam dunia pendidikan. berjuang pak eh ato mas? temukan keindahan dibalik perjalanan dari mangkajang menuju teknologi penndidikan. semangat!

  2. betul bu evi.., makasih suntikan semangatnya. Kesempatan jauh lebih mahal dari kemampuan, begitulah kira – kira, hehe.
    mas ato pak gimana enaknya aja. pak, karn sy guru. mas, krn sy blm berkeluarga, hehe.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s