Just About Mymind

Karya Dalam Perjalanan

Pelajaran dari Profesor.

1 Komentar

Begitu Professor menutup kuliah hari ini, para mahasiswa langsung sibuk membicarakan delik tugas. Membuat saya tak ingat bahwa sebenarnya punya rencana menyapanya sebelum beliau terbang ke kota asal.

Bukan untuk bertanya materi kuliah atau mendebat materi yang baru saja disampaikan, tapi ingin menanyakan tahun berapa tepatnya professor tersebut lulus dari IKP Malang, kampus dimana saya juga pernah belajar. Pertanyaan yang sebenarnya basa – basi memang.

Ada ikatan emosi satu alumni dalam benak saya dengan beliau tentunya. Namun sayang, rencana itu baru saya sadari tatkala mobil professor sudah berjalan pelan meninggalkan lokasi kuliah. Waduh, harus nunggu beberapa bulan untuk bertemu lagi sebab pada pertemuan mata kuliah yang sama akan diampu dosen patner yang lain.

Sebagai penyandang lulusan program studi terbaik dijamannya, tentu ada kebesaran alamamater yang beliau sandang. Tak heran jika Profesor Rahmad Soe’oed menjadi orang penting di jajaran ilmuwan Universitas Mulawarman, bahkan di kalangan praktisi pendidikan Kalimantan Timur. Setahu saya program studi bahasa Inggris IKIP Malang memang pernah menjadi program studi Sastra Inggris terbaik se- Asia Tenggara tahun 76-an.

Kebesaran almamater dan kebutuhan pakar ilmu pendidikan Universitas Mulawarman memberikan jalan beliau untuk berkesempatan melanjutkan studi ke Amerika, salahsatu pusat studi orang – orang terbaik di seluruh dunia dibidang bahasa dan ilmu pendidikan.

Sayapun jadi ingat, itulah yang sering di sampaikan bapak saya berulang – ulang tatkala mengarahkan saya untuk kuliah menjadi guru di IKIP malang tahun 1999, 12 tahun yang lalu. Bahwa program studi bahasa inggris pernah menjadi prodi terbaik se-asia tenggara. Sengaja dibesar- besarkan agar saya saya bersedia kuliah di IKIP waktu itu, atau benar adanya saya juga tidak tahu.

Pemaparan kuliah seorang professor adalah sebuah mahakarya monolog yang sangat mahal untuk disimak. Beliau adalah seorang pakar kurikulum dan ilmu pedagogi yang sangat kaya pengalaman dan belajar. Ketika berbicara pentingnya pendidikan bagi daerah potensi wisata, ada pembelajaran tentang hospitality peradaban warga, dari pengalaman perjalanan wisatanya ke beberapa daerah di Asia.

Berbicara pentingnya investasi pendidikan, empat tahun mengambil gelar doktor di Malaysia membuat beliau paham betul kerangka berpikir yang di miliki bangsa Malaysia 30 tahun yang lalu. Sehingga melejit meninggalkan Indonesia. Dalam kemajuan pendidikan dan kemakmuran, Malaysia memang boleh berkacak pinggang jika harus berhadapan dengan saudara tuanya, Indonesia saat ini. Ada hipotesis yang di sampaikan Profesor Rahmat kenapa hal itu bisa terjadi. Bahwa ada kerangka berpikir yang tepat yang dimiliki Malaysia dalam membangun investasi pendidikan masa depan bangsa, 30 tahun yang lalu.

Berbicara iklim demokrasi dan perkembangan kurikulum, ada banyak cerita selama menempuh masternya di University of IOWA, Amerika. Setiap konsep yang dipaparkan selalu diperkuat dengan pengalaman yang tepat. Saya tidak terlalu tertarik dengan deretan teori kurikulumnya. Seandainnya bisa, saya ingin mencatat sederetan pengalaman beliau dalam meraih kesempatan – kesempatan hebat.

Kekuatan kuliah seorang professor memang tidak semata pada bobot materi yang disampaikan. Pengalaman adalah modal yang tak pernah bisa didebat oleh murid manapun. Tidak melulu terpaku pada pergulatan konsep dan ide pemikir – pemikir besar yang ada. Itulah mungkin yang membuat semua mahasiswa termasuk saya begitu menikmati setiap poin ceramahnya yang selalu di sampaikan dengan intonasi yang terjaga. Tidak menggebu – gebu, namun ada penekanan. Penuh budaya ketimuran. Tidak terlihat asik dengan diri sendiri, sebab selalu ada komunikasi verbal yang sopan dengan muridnya.

Logat melayu Malaysia professor mengingatkan saya dengan logat banyak kolega saya di Pontianak. Kota dimana saya sedikit mengenal  budaya Melayu di Indonesia 3 tahun yang lalu. Lama hidup dan belajar di Malaysia membuat professor begitu menjiwai budaya – budaya ketimuran Melayu. Sesekali petuah agamanya, buah pengalamannya belajar di sebuah pesantren di Kediri , juga tidak terlihat hilang kualitas. Beliau masih hafal dan fasih mengucapkan ayat – ayat Al-Qur’an dan beberapa hadist tak familiar dengan gramatikal bahasa arab yang baik.

Saya teringat pesan bu Muslimah, guru SD Muhammadiyah di Belitung, kepada para muridnya Laskar Pelangi. Seperti yang saya kutip dari buku Edensor karanganAndrea Hirata. Bahwa, “ Jika ingin menjadi manusia yang berubah, jalanilah tiga hal: sekolah, banyak membaca al-Qur’an, dan berkelana”. Pesan itu terbukti melahirkan orang hebat seperti Andrea Herata. Anak kampong Belitung yang mampu mengambil gelar masternya di Sorbonne Perancis.

Nampaknya, paling tidak menurut saya-Profesor Rahmat So’oet, MA juga salahsatu dari orang – orang terpilih untuk bisa mendatangi tempat – tempat yang hebat untuk belajar. Ada empat darah pendidikan yang mengalir di darah profesor. Pendidikan pesantren, pendidikan Barat, Timur, dan Indonesia sendiri. Dan saya, hanyalah salahsatu dari sekian ribu orang yang berkesempatan menyimak pelajaran dari beliau. Secara langsung. Mungkin tulisan saya tentang beliau berlebihan, tapi tidak untuk sebuah inspirasi bagi saya.

Penulis: Saiful ghozi

Lulus sarjana Pend Matematika Univ. Neg. Malang thn 2005. Mengajar di berbagai sekolah CSR perusahaan; PT SBK Melawi Kalbar, PT Kertas Nusantara Berau Kaltim, PT Chevron dan Total E&P Balikpapan. Setelah lulus pascasarjana di Unmul Samarinda thn 2013, kini menjadi dosen tetap di Politeknik Negeri Balikpapan Kaltim

One thought on “Pelajaran dari Profesor.

  1. bagus banget pak, aktualisasinya.. aku setuju banget sama pendapat bapak… beliau emang oke dan pantas untuk menjadi teladan..

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s