Just About Mymind

Karya Dalam Perjalanan

Seni Mengajar Butuh Inspirasi

14 Komentar

image: scientificamerican.com

Beberapa kali saya gagal memulai tulisan untuk bahan posting di blog “Catatan Perjalanan” saya ini. Tidak saja karena kurang ide baru, tetapi juga efek amburadulnya adaptasi saya dengan aktifitas baru setiap sabtu dan minggu. Ide – ide praktis semakin susah saya dapatkan.

Terlalu sering ide yang saya tuangkan melulu catatan harian dan inspirasi kehidupan yang nilai inspirasinya mungkin relatif. Sementara tema inspirasi pembelajaran matematika yang dulu sempat saya bangun di blog ini mulai terasa pudar. Saya berusaha membangun lagi pelan – pelan.

Saya mencoba membolak balik halaman demi halaman dari sebuah buku. Pandangan saya terhenti pada kalimat dengan marking stabilo kuning di buku yang sudah lama tidak saya buka. Tentang hasil poling terhadap sekelompok murid – murid sekolah menengah untuk menuliskan lima ciri guru yang baik menurut mereka. Kebanyakan ternyata menulsikan ciri – ciri : antusia, tulis hati, suka humor atau lucu, empati, punya imajinasi, dan kompeten.

Dan sebagai tambahan, mereka mengatakan bahwa mereka menyukai guru yang suka mengajar. Dengan ketulusan, kesungguhan dan antusiasme dalam mengajar ,murid – murid akan jarang menanyakan pertanyaaan yang konyol dan tak bermutu. “ Apakah semua ini berguna, pak guru?”

Dan sialnya, matematikalah yang sering menjadi sasaran pertanyaan itu. Belajar menemukan Sin, Cos, dan Tan, nilai Limit dan integral akan terasa jauh dari aplikasi sehari – hari bagi murid yang tidak mendapat nilai ketulusan dan kesungguhan. Karena buku yang saya baca setingnya adalah Amerika, tentu poling dilakukan di Amreika. Murid – muridnyapun murid – murid Amerika.

Meski demikian jika di cermati tentu ada benarnya. Hasil cross check terhadap murid – murid saya ternyata tidak terlalu berbeda. Hanya saja yang berkali – kali di sampaikan adalah : mereka suka guru yang lucu dan gaul.

Melakukan stempel pembenaran pada request mereka kadang juga kurang mendidik. Bahwa seakan – akan setiap guru yang lucu dan gaul adalah guru yang terbaik. Diskusi ini tentu menjadi panjang. Karena setiap guru dengan segala potensinya tidak bisa dihakimi dengan ukuran lucu atau tidak lucu. Melainkan lebih kepada idealisme, integritas dan dedikasinya. Sayangnya, tidak banyak guru yang menjunjung tinggi nilai – nilai tersebut. Pencapaian status kemakmuran dan kesejahteraan masih menjadi ukuran kualitas.

Diskusi dan kajian tentang bagaimana mengajar yang menarik tidak akan pernah berhenti dan berakhir. Selalu berkembang dari generasi ke generasi. Sesuai tantangan dan tuntutan zaman. Itulah gunanya semangat mengembangkan diri. Sebab didalam pengembangan diri akan muncul inspirasi.

Bagi saya sederhana. Bahwa mengajar adalah seni. Tidak bisa ditiru satu dengan yang lain. Perkara teori dan pendekatan pembelajaran, itu hanya media atau alat. Bagaimana mengeksekusinya, senilah yang berbicara. Dan seni tetap butuh inspirasi.

Penulis: Saiful ghozi

Lulus sarjana Pend Matematika Univ. Neg. Malang thn 2005. Mengajar di berbagai sekolah CSR perusahaan; PT SBK Melawi Kalbar, PT Kertas Nusantara Berau Kaltim, PT Chevron dan Total E&P Balikpapan. Setelah lulus pascasarjana di Unmul Samarinda thn 2013, kini menjadi dosen tetap di Politeknik Negeri Balikpapan Kaltim

14 thoughts on “Seni Mengajar Butuh Inspirasi

  1. sepakat bapak,
    sebagai pribadi, guru mempunyai ciri khas sendiri-sendiri sehingga masing-masing pribadi dituntut berkreasi agar siswa dapat mudah dan nyaman dalam menerima materi.
    salam

  2. betul sekali b bekti
    sy yg lebih muda memang hrs lebih banyak belajar dan mencari inspirasi.

    trimakasih atas sharingnya….\salam

  3. Semoga perjalanan ke depannya selalu diliputi inspirasi ya, Pak..
    Saya ikut mendoakan..

  4. betul, betul… mengajar itu ada kaitannya dengan seni…namun demikian apa yang diinginkan siswa juga tidak salah bahwa mengajar dan belajar adalah kegiatan yang menyenangkan.. jangan dibuat tegang dan membosankan

  5. saya sering aneh-aneh dalam belajar, kadang saya bawa mereka di bawah pohon di halaman sekolah, hanya sekedar mencari suasana

  6. Setahun jumialely [dot] com, dengan penuh penghargaan saya ucapkan Terima Kasih karena sahabat sudah pernah Menorehkan jejak cinta di rumah maya saya. I love You

  7. Guru memang semestinya lebih kreatif. Tidak menjadikan murid-muridnya seperti “robot”, tapi rus menjadi manusia yang bener “manusia”😀

    Karenanya guru rus banyak cari ide😀

  8. betul bapak ersdin..,
    meski kalimat bijak tersebut mudah di ucapkan tp sulit dipraktekakan.

  9. Yang memprihatinkan kalau guru lebih suka tidak berada di kelas. Kesibukan di luar sekolah yang jadi alasan untuk tidak masuk kelas.
    Inspiratif, Pak.

  10. Baca-baca saja. Berkunjung.

  11. silahkan pak willy, lama tak jumpa dalam dunia blog. Terimakasih masih ingat jejak di blog saya.

  12. Seni membuat siswa termotivasi utk belajar…

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s