Just About Mymind

Karya Dalam Perjalanan

Catatan di warung makan

6 Komentar

Geliat orang – orang pasar di pinggiran kota mengingatkan saya dengan suasana kehidupan yang sering saya simak di pulau Jawa. Saya sengaja memilih sebuah rumah makan di ujung pasar yang baru saja digusur beberapa  bulan yang lalu untuk singgah sarapan pagi. Meski tidak saya rencanakan. Mencoba lepas dari kebiasaan makan di tempat biasa sepulang menyimak materi profesor kemarin sore .

Setelah sejenak saya duduk mengamati sekitar warung, nasi yang saya pesan selesai dihidangkan. Aroma rendangnya terasa sisa dari masakan kemarin. Maklum masih pagi, jangan – jangan nasinyapun begitu.Hehe. Lauk yang paling enak adalah lapar. Anggap saja ini makan pagi dirumah nenek saya, yang memberdayakan masakan kemarin untuk makan di pagi hari.

Kebersihan tempat tidak  terlalu saya pedulikan. Seperti dulu ketika saya masih kuliah di Malang, saya suka memilih penjual nasi di lorong – lorong gang sebab biasanya harganya lebih murah.  Tidak tersedia menu kenyamanan tempatdi warung – warung  makan seperti itu. Penggantinya harga yang murah dengan kuantitas nasi yang dilebihkan. Alias porsi jumbo, haha.

Tapi itu dulu.., ini jamannya beda bagi saya. Makan di tempat itu bukan karena saya tak punya duit. Ada cukup duit didompet untuk sekedar makan di restoran jepang, atau sekedar minum secangkir kopi putih di sebuah gerai starbuck, kalau ada. Saya hanya mencoba suasana baru saja.

Nampaknya makan pagi ditempat orang – orang pekerja kasar disamping pasar  sedikit memberikan shock terapi pada kejenuhan saya.  Rumah makan yang penuh asap rokok. Ditengah bincang – bincang orang – orang yang mengais rejeki receh.  Seperti biasa, teh tawar menutup makan pagi saya sebagai pencuci mulut dan tenggorokan sembari mengamati dan merasakan denyut aktifitas orang – orang di sekitar pasar.

Menyimak materi kuliah para professor kemarin sore seperti terbang di langit menghitung bintang dan mengintip cahaya di galaksi lain, namun selalu gagal memuaskan dahaga penasaran hal – hal baru.Tapi begitulah banyak professor, paparan kuliahnya adalah mahakarya  meski subtansinya sederhana. Mereka tidak akan mentransfer ilmu mentang – mentang muridnya sudah membayarnya dengan mahal, menyediakan transportasi dan akomodasi. Bahasa gagah – gagahannya, mereka hanya  mencoba membuka cakrawala berpikir para muridnya untuk menembus kejenuhan dalam berpolemik dan berdiskusi. Menembus batas – batas lateral dan textual. (Halah,, ngemeng epe  ini…,hehe

Ada perasaan menginjakkan kaki di bumi tatkala melihat lalu lalang para pekerja pasar yang mulai sibuk menyiapkan dagangannya. Para ojek yang menunggu penumpang sambil  bermain gaple. Disamping  warung makan terlihat anak remaja yang sibuk mengangkat jirigen bensin. Mungkin bersiap antri bensin di SPBU untuk dijual lagi eceran. Memanfaatkan celah peluang ditengah langkanya BBM di kota ini. Mereka tidak  sempat menyimpulkan fenomena kehidupan. Setiap nafas adalah uang. Setiap denyut adalah masa depan.

Berau, 23 Mei 2011

Penulis: Saiful ghozi

Lulus sarjana Pend Matematika Univ. Neg. Malang thn 2005. Mengajar di berbagai sekolah CSR perusahaan; PT SBK Melawi Kalbar, PT Kertas Nusantara Berau Kaltim, PT Chevron dan Total E&P Balikpapan. Setelah lulus pascasarjana di Unmul Samarinda thn 2013, kini menjadi dosen tetap di Politeknik Negeri Balikpapan Kaltim

6 thoughts on “Catatan di warung makan

  1. Selera makan yang sama ….

  2. Wah. Sekarang melanjutkan kuliah dimana pak?

  3. Mengejar kesempatan aja mbak.., meski tiidak linier program studinya. di Univ Mulawman Samarinda.
    siapa tau s3 bisa di UI kayak mbak.. hehe

  4. coba buat buku pak, tulisannya bagus

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s