Just About Mymind

Karya Dalam Perjalanan

Tentang Kentongan

2 Komentar

Ini adalah posting kedua saya tentang bulan ramadlan. Terhitung dua kali sudah, blog mungil ini melewati  bulan Ramadlan. Menulis tentang momen Ramadlan, mengais hikmah dan mencoba membuat simpul – simpul makna kehidupan lewat sebuah tulisan blog.

Bagi sebagian orang muslim yang berasal dari kampung seperti saya,  ada banyak hal yang menjadikan bulan  Ramadlan  mengesankan, unik atau bahkan lucu untuk diceritakan. Masa kecil di kampung kadang meningggalkan rekam nilai yang membentuk cara pandang kehidupan. Mungkin itulah kenapa banyak orang – orang besar selalu memiliki pengalaman unik dikampung yang mewarnai perjalanan hidupnya yang mengesankan.

Tadi pagi menjelang sahur, saya iseng menyimak kemasan acara sahur disalahsatu chanel TV. Ada salahsatu property panggung yang digunakan, yaitu kentongan. Mungkin maksudnya kentongan adalah symbol  ronda kampung utnuk membengunkan orang sahur.

Kentongan mengingatkan saya dengan hiruk pikuknya nuansa Ramadlan di usia saya yang ke sepuluh tahunan. Kentongan selalu saya buat dengan berbagai ukuran. Ada kentongan dua lobang, kentongan besar, kentongan kecil, dan lain lain. Ada kentongan batang bambu, dan juga kentongan tunggak bambu. Jika tak punya kentongan jangan harap bisa ikut ronda keliling kampung. Bahkan kentongan diberi tanda nama, agar tak tertukar tatkala berebut di masjid.

Di beberapa kemasan acara di TV, acara di jam – jam  menjelang sahur memang di identikkan dengan ronda. Dan kentongan adalah property yang cukup membantu membangun nuansa ronda ala kampung. Meski entah dikampung mana di seantero Indonesia ini yang masih ada ronda keliling kampung pakai kentongan.

Yang ada dikampung saya, justru anak – anak muda yang mengarak keliling kampung sound system sambil memutar musik ala diskotik diusung dengan gerobak  dengan power mini jenset. Mungkin maksud mereka modernisasi. Memberdayakan estetika musik anak muda untuk membangunkan penduduk untuk sahur. Alih alih penduduk terbantu bagun sahur, yang ada malah lebih banyak mengangggu. Dan membuat suasana sahur seperti orang berangkat demo.

Itulah salahstau pergeseran nilai yang menyebabkan masyarakat sering lebih suka   bernostalgia ketimbang memaklumi  budaya sebagian anak muda sekarang. Saya pun heran, untuk sebuah nilai kebaikan, kenapa ada kesan masa lalu sering lebih baik dari masa sekarang. Atau ini sudah menjadi naluri orang yang sudah menjelang lepas dari masa muda. Mungkin lebih tepatnya naluri orangtua yang memberi cara pandang terhadap anaknya.

Ada banyak hal yang ingin saya tulis tentang Ramadlan. Ini baru bicara masalah kentongan. Hehe, Semoga lain kali saya bisa menulis lagi.

Selamat menunaikan ibadah puasa Ramadlan bagi blogger dan pembaca yang menjalankannya. Semoga menjadi ibadah yang diterima disisi ALLAH SWT.

Penulis: Saiful ghozi

Lulus sarjana Pend Matematika Univ. Neg. Malang thn 2005. Mengajar di berbagai sekolah CSR perusahaan; PT SBK Melawi Kalbar, PT Kertas Nusantara Berau Kaltim, PT Chevron dan Total E&P Balikpapan. Setelah lulus pascasarjana di Unmul Samarinda thn 2013, kini menjadi dosen tetap di Politeknik Negeri Balikpapan Kaltim

2 thoughts on “Tentang Kentongan

  1. selamat menjalankan ibadah puasa …
    Ramadhan yang penuh berkah … Amin.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s