Just About Mymind

Karya Dalam Perjalanan

Ngomong – ngomong tentang tiket pesawat.

6 Komentar

Lebaran di kampung halaman adalah momen yang mahal  meskipun sebenarnya sederhana. Bertemu handai taulan dan bermaaf – maafan. Entah sampai kapan tradisi ini akan berjalan dimasa yang akan datang.

Bagi orang perantau,  setinggi apapun keberhasilan dan kebanggan yang mampu diraih seseorang, keluarga dan handai taulan adalah tempat muara yang paling nyaman untuk berbagi perjalanan kehidupan. Tak heran pulang kampung di momen lebaran punya nilai tersendiri bagi siapapun yang masih memegang nilai – nilai persaudaraan.

Orang rela membayar tiket pesawat dengan sangat mahal, berhimpit – himpitan di angkutan masal. Berpeluh – peluh antri tiket dan mengerahkan segala daya  untuk sebisa mungkin merayakan lebaran di kampung halaman.

Dalam sebuah lagu, “bang Toyib” digambarkan sebagai perantau yang bernasib kurang mujur sebab tak mampu pulang dikala lebaran.  Alhasil, kata “bang Toyib” menjadi sebutan bagi perantau yang tak pulang dimomen lebaran.

Belakangan menurut saya, sudah semakin banyak kemajuan bagi para perantau di jaman sekarang. Sehingga yang ada “bang Toyib” bukan “tak pulang – pulang”, tapi malahan “terlalu sering pulang”. Sehingga uangnya tak sempat “kumpul di Bank”. Banyak teman mengeluh karena tak mampu menahan keinginan pulang dimomen lebaran, sehingga ludesnya tabungan kurang ia perhitungkan.

Dalam pesawat yang saya tumpangi tempo hari, saya lihat banyak penumpang pesawat dengan raut muka tak seperti hari – hari biasa operasional pesawat. Penumpang pesawat didominasi wajah – wajah kaum proletar menengah kebawah. Tukul Arwana mengistilahkan sebagai wajah – wajah ndeso namun rezekinya “kota” . Sudah semakin banyak loncatan – loncatan kelas dalam strata kemakmuran masyarakat jawa.

Sehingga penumpang pesawat bukan lagi sosok orang yang mesti kaya. Terasa semakin hilang image mewahnya perjalanan menggunakan pesawat. Lalu lalangnya penumpang pesawat di bandarapun hampir seperti padatnya stasiun kereta. Semakin berjubel, antri, meski tidak sampai berdesak – desakan boarding.

Meski begitu, belum bisa dikatakan bahwa harga tiket pesawat terbang sepenuhnya terjangkau. Inkonsistensi harga yang sangat mencolok menurut saya masih menandakan bahwa pengusaha penerbangan menerapkan “aji mumpung”.

Mumpung permintaan banyak. Mumpung pasti dibeli. Mumpung tidak ada competitor. Dan mumpung regulasi pemerintah memperbolehkan. Atau memang untuk menutupi operasional yang merugi di hari – hari biasa-saya juga tidak tahu. Faktanya, harga tiket lebaran dua tiga kali lipat dibanding hari biasa. Bahkan bisa lebih.

Idealnya, mestinya harga tiket lebaran tidak terpaut jauh degan hari – hari biasa. Saya yang biasanya pp Berau-Surabaya membayar 1,5 juta, di musim lebaran kemarin harus merogoh 1,6 juta untuk sekali pergi saja Berau-Surabaya.  Jadi pp 3,2 juta. Untungnya uang tiket lebaran bagi saya di tanggung kantor meski juga masih dihutang, he. Harapannya kedepan tidak lagi ada “bang toyib – bang toyib ” yang tak mampu beli tiket pesawat terbang di negeri ini.

Penulis: Saiful ghozi

Lulus sarjana Pend Matematika Univ. Neg. Malang thn 2005. Mengajar di berbagai sekolah CSR perusahaan; PT SBK Melawi Kalbar, PT Kertas Nusantara Berau Kaltim, PT Chevron dan Total E&P Balikpapan. Setelah lulus pascasarjana di Unmul Samarinda thn 2013, kini menjadi dosen tetap di Politeknik Negeri Balikpapan Kaltim

6 thoughts on “Ngomong – ngomong tentang tiket pesawat.

  1. Beruntung benar mas, tiket ditanggung oleh perusahaan. Kalau bayar sendiri kayaknya manyun juga😀

  2. Pesawat bukan lagi transportasi bagi orang2 parlente berjas dan berdasi. Yang penting bisa beli tiket, meskipun orang “ndeso”, toh pihak maskapai juga lebih mengutamakan yang bisa beli tiket daripada penampilan.

  3. Hihihihi… berbagi rezeki..🙂

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s