Just About Mymind

Karya Dalam Perjalanan

Tahun baru 2012 : Catatan Kaki Menuju Generasi yang Peduli

Tinggalkan komentar

image from : maykhotimah.com

Tahun 2011 telah kita tinggalkan. Dengan segenap kenangan kejadian dan catatan keberhasilan dan kegagalan. Dan 2012 akan kita sambut dengan segenap harapan. Demikian isi setiap essay majalah, posting para blogger,  tajuk rencana surat kabar, dan catatan akhir tahun ragam redaksi public.

Momen pergantian tahun kali ini saya lewatkan di kampung halaman. Disaat saya mudik liburan diantara delik kerja dan kemelut sekolah kami yang mencoba mencari penyelesaian.

Kemelut tentang masa transisi pengambil alihan sekolah. Dari yang semula dikelola manajemen yayasan mitra yang berpusat di Jakarta, menjadi sekolah yang dikelola yayasan baru mandiri yang berafiliasi dengan program CSR perusahaan.

Tapi saya tidak ingin “mengotori” liburan saya dengan kemelut tersebut. Meski sejujurnya juga menguras energi pikiran dan hati. Mengingat ganti yayasan berarti ganti pimpinan. Ganti kultur dan delik kepegawaian. Ujung- ujungnya pengaruhnya dalam hitungan prospek masa depan. Tapi biarlah pucuk pimpinan yang memutuskan. Saya hanya yang membuat pilihan.

Tidak mudah lagi bagi saya menggali inspirasi dalam menulis. Ibarat piasu mungkin sudah agak karatan. Perlu diasah. Kali ini saya harus melakukannya.

Dalam momen tahun baru ini saya mencoba memberi catatan kaki pada sebuah perjalanan. Hanya untuk tujuan rangkuman pikiran di akhir tahun.

Segalah hal renungan tahun baru pasti berkaitan refleksi dan harapan. Dari mulai perekonomian, katabelece keberuntungan dan perjodohan, maupun perjalanan obsesi dan mimpi. Seakan ganti tahun adalah ganti buku. Ganti tema dan warna.

Segala sesuatu yang baru dalam skala besar maupun kecil memang memunculkan spekluasi dan ekspektasi baru. Seperti ketika punya sepatu baru, tentu harapannya sepatu akan awet dan sepatu model lama menjadi bahan pengalaman dan renungan bagaimana merawat dan memakainya agar awet dan teta bagus. Demikian juga tentang rangkaian perjalanan dalam satuan  tahun.

Cuman yang saya tak habis pikir, kenapa momen malam tahun baru jalanan di kota – kota selalu penuh sesak. Rasanya kurang lengkap kalau malam tahun baru tidak jalan ke kota.  Meski sekedar melihat ramainya orang, atau melihat peluncuran kembang api maupun meramaikan ragam pesta rakyat. Tanpa jelas apa yang dipestakan.

Alih – alih dzikir atau renungan, di kota kampung kelahiran saya kultur hedonism seperti itu bahkan malah di legal-formalkan dalam sebuah acara bertajuk pesta rakyat di halaman walikota. Dengan dekorasi serba merah dan hitam, khas warna pertai tertentu yang memenangkan pilkada walikota.

Tapi saya tidak mau juga terjebak dalam egoisme mindset. Istilah saya sendiri. Memaksakan mindset saya ke kepala orang. Mungkin demikian yang membahagiakan masyarakat. “Sebagai perwujudan syukur dengan cara saya”. Kurang lebih begitu.

Di satu sisi, jika memang tak ingin melewatkan momen tahun baru Masehi. Masyarakat mesti juga diberi alternative cara berpikir dalam bersyukur. Bahwa rasa syukur tidak mesti dalam bentuk berpesta. Tidak harus identik dengan terompet dan kembang api. Yakni sedikit merapat dalam sisi – sisi religiusitas.

Mungkin berdzikir bersama, berdo’a bersama maupun acara bertajuk bakti sosial. Kalaupun ada pesta, sebisa mungkin dilokalisir. Tidak dibarengi dengan kemiskinan dan kekurangan saudara disampingnya. Menuju  generasi kita yang menjunjung kepekaan, kepedulian dan religiusitas di tengah individualisme, demokrasi, dan globalisasi.

Penulis: Saiful ghozi

Lulus sarjana Pend Matematika Univ. Neg. Malang thn 2005. Mengajar di berbagai sekolah CSR perusahaan; PT SBK Melawi Kalbar, PT Kertas Nusantara Berau Kaltim, PT Chevron dan Total E&P Balikpapan. Setelah lulus pascasarjana di Unmul Samarinda thn 2013, kini menjadi dosen tetap di Politeknik Negeri Balikpapan Kaltim

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s