Just About Mymind

Karya Dalam Perjalanan

3 M : Membosankan, Membahayakan, Merusak minat siswa

2 Komentar

Sebagai guru kita pasti masih punya idelisme – idelaisme dikelas yang masih tersisa sebelum semua terbeli  oleh obsesi – obsesi pragmatisme keberhasilan pembelajaran.  Kebanyakan guru mempunyai “kemampuan trik” sendiri dalam mengajar. Akan tetapi guru yang cermat selalu mencari ide dan teknik baru untuk diterapkan didalam kelas. Nah, itulah idealisme  guru dikelas yang sangat mahal bagi modal keberhasilan pembelajaran secara umum.

Banyak sekali guru matematika yang menggunakan waktu pelajaran 45 menit dengan kegiatan berikut:

30 menit – membahas tugas yang lalu

10 menit – memberi pelajaran baru

5   menit – memberi tugas kepada murid.

Pendekatan ini yang rutin dilakukan hampir setiap hari,  seringkali dikategorikan sebagai tiga M :

Membosankan

Membahayakan

Merusak seluruh minat siswa

Tidak bisa disagkal, seperti itulah kebanyakan cara mengajar guru. Karena itu ibarat jalan sudah jelas “trackk” dan  arahnya. Atau bisa dikatakan cara yang paling “simpel” dan efektif tidak menguras tenaga dan pikiran, tapi hasilnya jelas. Bisa, atau tidak bisa. Paham, atau tidak paham. Selanjutnya tingggal merumuskan label ketercapaian dalam daftar nilai kita.

Beruntunglah guru yang idealisme pengembangan diri dalam menemukan seni mengajar dikelas dapat “dibeli” oleh kompensasi kesejahteraan gaji karena satus PNS-nya atau mengajar di sekolah yang berstatus “mahal”.

Nah bagaimana bagi mereka yang masih terbelenggu dengan dialektika- pragmatisme mengajar dikelas yang demikian tersebut diatas karena keterpurukan sistem manajemen sekolah? atau ketertinggalan informasi dan kesempatan belajar? atau karena kesibukan mereka yang masih berjuang sendiri dalam menyejahterakan  diri?..

Semua berujung pada dedikasi dan integritas seorang guru. Apakah profesi guru adalah profesi semata – mata mencari penghidupan, atau nalurinya  yang merasa sudah ditakdirkan untuk harus berkembang demi kesuksesan muridnya.

Ket : Tulisan ini adalah hasil Reposting 21 Januari 2010. Dengan sedikit gubahan.

Penulis: Saiful ghozi

Lulus sarjana Pend Matematika Univ. Neg. Malang thn 2005. Mengajar di berbagai sekolah CSR perusahaan; PT SBK Melawi Kalbar, PT Kertas Nusantara Berau Kaltim, PT Chevron dan Total E&P Balikpapan. Setelah lulus pascasarjana di Unmul Samarinda thn 2013, kini menjadi dosen tetap di Politeknik Negeri Balikpapan Kaltim

2 thoughts on “3 M : Membosankan, Membahayakan, Merusak minat siswa

  1. Memang diperlukan kreatifitas agar murid-murid tertarik dan tidak menganggap matematika sebagai mata pelajaran yang sulit dipahami.
    Pengalaman saya sebagai orangtua yang juga punya anak yang bersekolah di SMP dan SD, saya pernah bilang ke anak-anak saya ” Setiap hari, kalian nggak akan pernah lepas dari yang namanya hitung-hitungan atau pelajaran matematika “.
    Terus saya kasih contoh : kalau menabung, harus tahu berapa rupiah tabungan kalian. Berapa uang jajan yang dikasih mama tiap hari. Kalau disuruh belanja ke warung, berapa uang yang dibawa, berapa dipakai belanja, masih ada sisanya nggak, kalau ada berapa? Dan yang namanya hitunga-hitungan itu, ya nggak jauh dari matematika. Makanya, kalian harus paham pelajaran matematika, biar nggak salah hitung.

  2. secara tidak langsung pak yudi sudah menjadi guru matematika bagi putra putrinya..

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s