Just About Mymind

Karya Dalam Perjalanan

PLPG di Ujung Perbatasan Negara

3 Komentar

Seusai tes akhir yang menentukan 40 persen kelulusan PLPG ( Pendidikan & Latihan Profesi Guru), saya bergegas naik ke lantai tiga berniat mengikuti acara penutupan. Rupanya saya kecele. Normalnya, ada pembukaan mestinya ada penutupan.  Ternyata di aula lantai tiga kami hanya dibagi-bagikan jatah makan nasi kotak dan dipersilahkan langsung pulang.

Mungkin panitia hemat energi alias capek. Belum lagi masih tersisa dua tahap setelah tahap tiga yang kami laksanakan. Setiap tahap tak kurang dari 200 peserta guru yang harus dilayani panitia. Toh penutupan tidak terlalu penting, yang penting bagi kami semoga lulus dan segera memegang sertifikat guru professional. Sebagai tuntutan Undang-Undang Guru dan Dosen 2005. Hehe.

Ada banyak hal yang menjadi catatan saya dalam 9 hari melaksanakan diklat PLPG di universitas yang baru di negeri-kan tahun 2009 ini. Bergabung dan berinteraksi langsung dengan jajaran guru yang berasal dari Malinau, Nunukan, Tarakan, Berau dan Kabupaten Tana Tuding. Deretan kabupaten/kota yang berdekatan  dengan negara Malaysia.

Kekayaan pendapatan suatu daerah memang belum tentu berbanding lurus dengan pemerataan kemajuan pendidikan masyarakatnya. Itulah setidaknya kesimpulan yang saya ambil dari paparan orasi Profesor Bohari Arifin, salahsatu guru besar Universitas Borneo Tarakan di awal acara diklat.

Betapa tidak, jajaran kabupaten/kota yang menjadi wilayah binaan Universitas Borneo tersebut merupakan daerah yang kaya dengan sumber daya alam mulai dari ladang minyak, batu bara, kayu dan gas alam. Namun kualitas pendidikannya “masih jauh panggang dari ikannya”-demikian professor mengibaratkan. Tapi setidaknya, dengan munculnya universitas negeri yang berdiri megah di ujung timur pulau minyak tersebut merupakan salahsatu indikasi bahwa perkembangan pendidikannya sudah mulai bergeliat. Meski kualitas proses akademisnya juga perlu dikritisi.

Banyak pemda memberi beasiswa s-2 bagi para guru- gurunya hingga keluar negeri. Selain beasiswa dari pemerintah propinsi lewat situs resminya http://beasiswa-kaltim.org. Dari 24 guru matematika dalam satu kelas diklat saya, setidaknya 4 orang sudah menempuh jenjang s-2 dan semuanya dari beasiswa. Umurnya rata-rata masih 30 tahunan.

Meski kemajuan profesionalismenya belum benar – benar terlihat, namun seiring mulai diliriknya profesi guru, tentu akan mengundang calon – calon guru yang potensial kedepannya. Di tempat saya mengajar, tunjangan fungsional guru pns 1.150.000 dan swasta 600.000 perbulan. Sudah termasuk besar jika dibandingkan dengan daerah – daerah di jawa. Namun dari obrolan dengan kolega guru daerah lain, di  Kabupaten Tana Tidung misalanya, tunjangannya 4,5 juta dan di Tarakan 2,5 juta diluar gaji pokok PNS mereka.Plus tunjangan daerah terpencil 1 hingga 5 juta perbulan.

Belum lagi tunjangan sertifikasi guru jika sudah menyandang profesional. Penghasilan seorang guru bisa lebih dari 8 juta jika kebijakan pemerintah tersebut konsisten.  Wah, wah..Tak heran, prodi – prodi di banyak FKIP menjadi tujuan utama para calon mahasiswa yang kelak akan menjadi seorang guru.

Menurut paparan DR Suyadi-wakil dekan FKIP yang juga salahsatu tutor PLPG, Universitas Borneo tahun 2013 juga menjadi salahsatu LPTK yang ditunjuk DIKTI untuk menyelenggerakan program induksi 40 calon guru yang diasramakan dan masuk dalam program ikatan dinas.  Kuliah dibiayai negara dan setelah lulus  bergelar S.Pd dan menyandang sertifikat professional langsung diangkat jadi guru PNS.  Seperti IPDNnya Depdagri atau STANnya Depkeu. Tidak perlu pontang panting cari kartu kuning dan SKCK serta dihantui ragam pungli dan calo PNS seperti calon guru kebanyakan.

Kedepannya profesi guru tentu akan mengundang calon – calon guru yang lebih potensial. Saat ini mungkin belum terlalu terlihat, karena masih banyak guru – guru yang sebenarnya produk “keterpaksaan”. Sebab masih ada guru – guru PNS matematika bergelar S.Hut, S.T, SE dan lain lain.

Yang lebih tidak nyambung, ada sarjana Teknik Geologi dari PTN terkemuka menjadi guru bantu matematika SMP dan akhirnya menjadi PNS. Entah bagaimana cerita Ia dapat beasiswa s-2 biofisika dari pemdanya di IPB. Sepulang dari IPB tetap menjadi guru matematika SMP  dan  kualifikasi s-2nya tidak terberrdayakan sama sekali. Sungguh birokrasi kebijakan anggaran beasiswa yang belum efektif. Tak heran meski bergelar master biofisika, pada sesi diklat ia masih tergagap – gagap  tatkala menjelaskan beberapa teori pedagogik dan  pembelajaran. Namun dedikasinya menjadi guru tentu patut dihargai.

Demikian sedikit catatan saya di PLPG guru rayon 145 Universitas Borneo Tarakan tahun 2012.  Catatan tentang kota Tarakan  sempat menjadi posting saya terdahulu. Saya bersyukur dapat kesempatan bergabung di pelatihan tersebut. Tidak semata – mata sertifikatnya, tapi kesempatan berinteraksi dengan rekan seprofesi yang bertugas di ujung utara perbatasan Negara.

Semoga saya lulus PLPG 2012 dan dunia pendidikan masih memberikan wahana saya untuk selalu dapat berkarya.

Penulis: Saiful ghozi

Lulus sarjana Pend Matematika Univ. Neg. Malang thn 2005. Mengajar di berbagai sekolah CSR perusahaan; PT SBK Melawi Kalbar, PT Kertas Nusantara Berau Kaltim, PT Chevron dan Total E&P Balikpapan. Setelah lulus pascasarjana di Unmul Samarinda thn 2013, kini menjadi dosen tetap di Politeknik Negeri Balikpapan Kaltim

3 thoughts on “PLPG di Ujung Perbatasan Negara

  1. Assalaamu’alaikum wr.wb sahabat guru, mas Ghozi…

    Hari berlalu begitu cepat segudang aktiviti telah mengerah tenaga dan fikiran kita, hingga tanpa terasa hanya dalam hitungan beberapa puluh jam lagi kita akan menyonsong fajar suci Ramadhan yang akan mencuci lahir dan batin kita selama 1 tahun.

    Oleh itu, sebelumnya dengan segala kerendahan hati, saya mohon maaf lahir dan batin, dengan ucapan Selamat Menyambut Ramadhan yang mulia dan semoga ibadah kita diberkati Allah swt. Aamiin.

    Saya doakan mas lulus cemerlang dalam tes PLPG ini. Insya Allah, jika sudah berusaha gigih, pasti beroleh kejayaan yang ingin diraih. Maaf, baru bisa bersilaturahmi lagi.

    Salam Ramadhan.😀

  2. waalakum salam ibu siti
    Mohon maaf saya baru balas kunjungan b siti.
    Terimakasih b siti masih ingat saya, salam buat semua keluarga di Malaysia.
    Salam Ramadlon juga. Semoga berkah Ramadlon menyertai Ibu Siti sekeluarga.

    Wasalamualaikum.. wr wb

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s