Just About Mymind

Karya Dalam Perjalanan

Bulan Ramadlan Bulan Penuh Momentum.

Tinggalkan komentar

Bulan Ramadlan adalah bulan yang mulia. Dimana salahsatu malamnya lebih mulia ketimbang malam seribu bulan. Dibulan ini banyak orang merefresh ketaatannya pada agama. Memperdekat dirinya dengan Tuhan. Dan berlomba dalam membantu para sesama.

Bulan Ramadlan adalah bulan yang penuh momentum. Para kyai, ustad ataupun seseorang dengan  pengalaman spiritual agamanya menjadi makin berperan dalam kegiatan tausyiah, kultum, ta’lim atau pengajian – pengajian di masjid ataupun surau.

Masjid yang biasa sepi  jama’ahnya menjadi ramai. Pesantren ramai dengan santri – santri kilat yang mencoba mencari pahala ibadah di bulan Ramadlon. Bahkan nuansa pesantren  dibuat dalam berbagai program khusus sekolah. Pesantren kilat, pesantren Ramadlan, pondok Ramadlon, Ramadlon ceria atau istilah – istilah lainnya.

Momentum Ramadlan juga terasa pada lintas sendi – sendi kehidupan. Tidak hanya pada aktifitas keagamaan saja. Selera makan dalam berbuka menjadi naik perhatiannya. Terutama dikalangan ibu – ibu yang melayani selera makan keluarga dalam berbuka.

Pernik pakaian, perabot dan makanan yang berbau islam menjadi trend kontemporer. Orang – orang belum beruntung menjadikan bulan ini bulan madu dalam status kefakiran dan kemiskinannya. Karena Ramadlan momentum dalam membantu para sesama. Tensi hedonisme dan budaya yang dipandang ingkar dari nilai agama turun.

Momentum Ramadlan juga menjadi ajang pergulatan spiritual seseorang dalam menemukan jatidiri agamanya. Perasaan kering dengan nilai – nilai spiritual agama sering menjadikan seseorang  memperkuat jatidiri keislamannya dalam kajian – kajian agama. Dimanapun ia berada, dengan siapapun, dan dengan media apapun untuk mengisi dahaga spiritualnya.

Disinilah, muamalah ( baca: amalan), ubudiyah ( baca: ibadah) yang tidak sempat dipedulikan halal haramnya di bulan lain namun di bulan ini menjadi isu penting, dibicarakan dan dikaji. Semua demi meraih legitimasi kebenaran nilai spiritual agama. Pada akhirnya diharapkan menuju sebuah kedewasaan spiritual,  menghilangkan rasa ketidakpuasan, sinisme dan bahkan naluri menyerang jatidiri spiritual orang lain yang dianggapnya tidak sejalan.

Saya pribadi mengucapkan “Selamat Menjalankan Ibada Puasa Ramadlon 1433 Hijriyah, semoga segala aktiftas ibadah kita diterima Allah S.W.T”

Semoga aktifitas blogging saya bisa cepat kembali hidup dengan bertemunya bulan ini. Bersua dan menyapa sahabat – sahabat blogger yang sudah lama tak bersua karena saya jarang berkeliling sapa dalam blogwalking.

Ket:
Tulisan adalah hasil reposting Ramadlan  2009.

Penulis: Saiful ghozi

Lulus sarjana Pend Matematika Univ. Neg. Malang thn 2005. Mengajar di berbagai sekolah CSR perusahaan; PT SBK Melawi Kalbar, PT Kertas Nusantara Berau Kaltim, PT Chevron dan Total E&P Balikpapan. Setelah lulus pascasarjana di Unmul Samarinda thn 2013, kini menjadi dosen tetap di Politeknik Negeri Balikpapan Kaltim

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s