Just About Mymind

Karya Dalam Perjalanan

Catatan Lebaran Tahun Ini..

6 Komentar

Betapapun jauh perjalanan hidup, dan sesukses apapun seseorang, silaturrahmi dengan sanak keluarga adalah kebutuhan. Menyambung persaudaraan dan menghindarkan diri dari rasa kesendirian.  Sekaligus menumbuhkan rasa syukur dan penghargaan.

Silaturrahmi memberikan kesempatan saling bermaaf-maafan, membangun kembali ikatan emosi dan motivasi hidup serta menumbukan sikap refleksi. Ada juga nilai rendah hati dan mawas diri.

Saya bersyukur dilahirkan disebuah kampung yang menjunjung nilai silaturahim. Dalam setiap lebaran, kami selalu mendatangi rumah secara bergantian. Mengetuk pintu dari rumah ke rumah. Dari ujung kampung hingga ujung yang lain dan sebisa mungkin tak terlewatkan. Menyempatkan diri bertegur sapa bertanya kabar dan bercerita.

Jika kebetulan tetangga seorang petani maka membahas tanaman dan delik hama, bagi kebetulan pedagang sekilas membahas seluk beluk harga, dan bagi yang kebetulan ketemu teman lama membicarakan hal – hal lucu yang terjadi dimasa lalu. Tak jarang diselingi diskusi politik, sekenanya.  Dan jika bertemu dengan guru memberikan kekuatan dalam belajar ilmu kehidupan.

Salahsatu silaturrahmi saya adalah dengan guru madrasah yang sudah pensiun. Melihat keriput kulit beliau, sejenak memutar  rekaman dalam memori saya 20 tahunan yang lalu. Beliau menjadi guru kelas yang sehari – hari mengelola pembelajaran kami di kelas 3 Madrasah Ibtidaiyah (SD).  Mengajar anak – anak kampung yang seingat saya muridnya  tidak lebih dari 15 orang dalam satu kelas.

Beliau mengajar dengan penuh nuansa agama. Memberikan contoh tulisan yang rapi dan penyuka kaligrafi. Meski sesekali keras dan vulgar terhadap kesalahan muridnya. Seperti guru kebanyakan, dulu jika guru marah, melempar sepatu hingga memukulkan penggaris kayu hingga patah bukan suatu ketidakwajaran dalam pembelajaran. Tentu sekarang beda.

Dulu beliau begitu gagah dan selalu berpakaian rapi lengkap dengan peci hitam yang mengkilap. Jika malam saya dan teman – teman diundangnya kerumah untuk bergabung dalam kegiatan belajar materi agama. Mengkaji  kajian kitab kuning. Orang kampung menyebutnya kitab ‘gundul’. Kitab berbahasa arab tanpa harakat. Dicatat dan dimaknai dalam bahasa jawa. Seperti kebanyakan cara belajar pesantren tradisional di Jawa.

Mabadi fiqih (kajian ilmu fiqih dasar) dan juga ta’lim muta’alim ( adab dalam belajar). Dan juga  literatur ilmu nahwu dari Jurumiyah, nadhom mriti, hingga kitab alfiyah. Ketiganya adalah kitab kajian ilmu nahwu, yang mengkaji tata bahasa arab dari yang sederhana hingga yang rumit. Jika dalam bahasa inggris  mungkin disebut Grammer-nya.

Lebaran tahun yang lalu beliau masih bisa menyapa saya pada jarak 1 hingga dua meter tatkala berdekatan. Sekali waktu suaranya masih lantang mengkaji kitab alfiyah kebanggannya seusai sholat jum’at.

Namun sekarang, beliau mengandalkan daya dengar dan ingatannya untuk menyapa. Sebab matanya sudah tak mampu melihat dengan jelas.

Sambil berjabat tangan saya mesti segera sebut nama, ditambah nama ayah  untuk memudahkan ingatan. Barulah beliau tanggap bertanya, menyampaikan banyak hal dalam berwasiat dan bercanda. Ada pertanyaan yang masih belum berubah dari tahun yang lalu. “Kamu sudah nikah belum ful.?”. Hmm.,tentu saya tidak akan membahas jawaban saya.

Kegagahan beliau dimasa lalu seakan sirna oleh kekuatan Sang Pemutar Waktu. Mengisyaratkan bahwa perputaran roda waktu mampu menggilas apa saja. Konon umur beliau sudah 80an tahun.

Guru dikampung masa lalu kebanyakan bergelar ganda. Selain menjadi tokoh central bagi para muridnya-di takuti dan di patuhi- juga menempati strata sosial yang tinggi di masyarakat. Apalagi guru madrasah seperti beliau di kampung saya. Tokoh pendidik dan tokoh agama. Dipatuhi, dihormati meski tak sedikit yang membenci karena ‘kekolotan’nya dalam beragama.

Jika dikaji, kiprah seoang guru dimasa lalu tidaklah sederhana. Apalagi guru yang mengajar ilmu agama. Jauh dari hiruk pikuk tuntutan kesejahteraan. Namun terasa hadir dalam setiap penghayatan nilai-nilai agama.  Selalu mengingatkan untuk tidak jauh-jauh dari masjid.

Dulu, kami  tidak punya banyak kawan jika tidak pergi ke masjid di sore hari dan pulang seteah isya’. Minder jika setoran baca alqur’annya kalah dengan teman sebaya apalagi sampai ketinggalan dengan adik kelas. Masjid dan tempat mengaji adalah pusat peradaban pergaulan anak-anak kampung.

Belakangan saya baru sadar. Betapa beruntungnya masa kecil saya. Yang mendapat nuansa belajar agama yang baik. Tidak semata karena orangtua saya yang tiap hari mengingatkan saya harus belajar mengaji. Apalagi saya tidak sempat mengenyam pendidikan pesantren. Namun dukungan lingkungan yang membuat belajar agama kami seperti sebuah kebutuhan biasa layaknya belajar matematika maupun IPA.

Dan betapa beruntungnya teman –teman yang sempat  istiqomah mengikuti kegiatan mengaji di rumah beliau hinga paripurna. Tidak seperti saya, yang putus di tengah jalan karena tidak mampu mengemban semangat belajar agama yang tinggi.  Memberikan hikmah yang tinggi bagi saya, bahwa betapapun berat dalam belajar agama adakalanya memang harus dipaksa.

Penulis: Saiful ghozi

Lulus sarjana Pend Matematika Univ. Neg. Malang thn 2005. Mengajar di berbagai sekolah CSR perusahaan; PT SBK Melawi Kalbar, PT Kertas Nusantara Berau Kaltim, PT Chevron dan Total E&P Balikpapan. Setelah lulus pascasarjana di Unmul Samarinda thn 2013, kini menjadi dosen tetap di Politeknik Negeri Balikpapan Kaltim

6 thoughts on “Catatan Lebaran Tahun Ini..

  1. wowwwwww tulisan luarrrr biasaaaa, saya salut melihatnya dan merasa tertantang untuk selalu belajar menulis seperti jenengan.

  2. insyllh bisa menulis dgn lbih baik. Apalagi sudah sempat pergi ke luar negeri. Pasti banyak inspirasi yang bsa jd tlisan menarik….

  3. Assalamu ‘alaikum wr wb. Apa kabar pak? Bagaimana kuliah sampeyan? Sudah lulus?

  4. wlkm salam b leni.
    kabar baik, baru mo ujian tesis ni bu..tgl 10 nov

  5. Assalaamu’alaikum wr.wb… Saiful Ghozi.

    Alhamdulillah, bisa menyambung silaturahmi lagi di sini.
    Terima kasih memyapa saya kembali.

    Mudahan banyak kongsian ilmu yang bisa dipelajari bagi meningkatkan amal dan bekal seorang manusia di tahun 2013.

    Salam sejahtera.😀

  6. Wlkm salam..
    Aminn. Semoga bunda Siti senantiasa istiqomah dlm berkarya..

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s