Just About Mymind

Karya Dalam Perjalanan

Gagal memang tidak pandang bulu..

6 Komentar

gagal Dalam benak saya Ia adalah anak muda yang terlihat penuh enerjik, memiliki empati dan penuh pengalaman pahitnya hidup. Ia kebetulan satu tempat tinggal dengan saya di Balikpapan. Dari sekian anak yang calon caba yang ada di rumah, dia terlihat menonjol leadership-nya  diantara teman – temannya.

Di awal perkenalan, cara dia mendekati saya untuk berbagi cerita cukup menarik perhatian saya. Tidak semata- mata karena dia terlihat paling tua dari kawan – kawannya yang juga calon tentara, tapi saya lihat  ada guratan perjuangan yang luar biasa diwajahnya. Tidak seperti para calon tentara yang lain yang terlihat masih bersih dan terawat badan serta wajahnya, menandakan belum ada banyak guratan hidup. Kulitnya hitam terbakar, dan badannya terlihat lebih keras diantara calon tentara yang lain.

Setamat SMP dia kabur dari rumah karena permintaan untuk melanjutkan sekolah SMA tidak mampu dituruti orangtuanya karena ketiadaan biaya. Ia nekat pergi ke Bali menjadi pembantu cuci piring penjual bakso kaki lima dan malamnya menjual pernak pernik  hiasan dikawasan wisata kuta. Dua tahun berselang dia pulang kampung ke Tuban membawa uang 17 juta dari jerih payahnya. Ia gunakan uangnya untuk mendaftar sekolah di SMK pelayaran di surabaya.

Sempat terselip cerita tatkala terjadi sunami besar di jepang beberapa waktu lalu Ia sedang berlayar magang di laut Jepang tak jauh dari lokasi sunami. Beruntung kapalnya bisa terhindar dari bencana tersebut karena ada deteksi informasi yang cepat. Kegiatan PKL selama sekolah cukup membuatnya bisa mengumpulkan uang.

Hingga akhirnya setelah lulus SMK pelayaran Ia mencoba mendaftarkan diri menjadi  Calon Bintara tentara di Kodam Mulawarman Balikpapan perwakilan Berau. Dan kebetulan satu kos dengan saya dalam rangka menjalani serangkaian tes Calon Bintara TNI.

Setelah hampir tiga bulan menjalani serangkaian tes dan lulus setiap tahap seleksi, hinga pada akhirnya Ia masuk dalam nominasi “pantauan akhir”. Demikian Ia biasa menyebut. Yaitu tahap akhir serangkaian seleksi. Namun sayang ia dinyatakan gagal karena kekurangan bentuk fisik kaki yang berbentuk “O”.

Ia terlihat tegar dan  justru selalu tersenyum  tatkala  saya coba membesarkan hatinya  agar tetap semangat dengan kegagalan yang ia alami. “ Saya masih beruntung kok mas” Ia berujar. “Lhoh kok beruntung gimana ?” Saya menimpali dengan sedikit penasaran.

“ Ada banyak calon lain yang  sudah menghabiskan puluhan juta sebagai pelicin agar lulus jadi TNI namum tetap tidak lulus, sedangkan saya sama sekali tidak menggunakan pelicin. Cuman keluar uang makan dan kos tapi lumayan dapat pengalaman”. Demaikian Ia berujar. Meski begitu guratan kecewa di wajahnya terlihat sulit Ia sembunyikan.

Sayapun tertarik bertanya” Ada ndak kawannya yang pakai pelicin dan lulus?”. Saya tidak menulis jawaban yang Ia sampaikan apalagi membahas dan mendiskusikan di blog.

Ia anak yang penuh cerita perjuangan hidup. Dengan potensi dan tahapan seleksi yang Ia jalani hingga tahap akhir, menurut saya  kegagalan terlihat sangat kejam. Tapi kegagalan memang kadang tidak pandang bulu. Kebesaran hati  yang ia jalani menjadi pelajaran penting siapapun termasuk saya. Sebagai bekal hidup. Bukan bersiap untuk gagal, tapi memang gagal tidak akan pernah pandang bulu. Bagi orang jujur maupun yang tidak jujur. Bagi orang baik maupun yang tidak baik.

Penulis: Saiful ghozi

Lulus sarjana Pend Matematika Univ. Neg. Malang thn 2005. Mengajar di berbagai sekolah CSR perusahaan; PT SBK Melawi Kalbar, PT Kertas Nusantara Berau Kaltim, PT Chevron dan Total E&P Balikpapan. Setelah lulus pascasarjana di Unmul Samarinda thn 2013, kini menjadi dosen tetap di Politeknik Negeri Balikpapan Kaltim

6 thoughts on “Gagal memang tidak pandang bulu..

  1. jalan pasti ada untuk yang tetap berjuang. dan orang yang sangat hebat lah yg bisa melewati kegagalan dan kesulitan dan terus melangkah. sukses mas..

  2. Assalamu ‘alaikum wr wb. apa kabar pak saiful ghozi?

  3. Ping-balik: CT156. MERAIKAN AWARD | LAMAN MENULIS GAYA SENDIRI G2

  4. Ping-balik: CT156. MERAIKAN AWARD | LAMAN MENULIS GAYA SENDIRI G2

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s