Just About Mymind

Karya Dalam Perjalanan

Apendiktomi

Tinggalkan komentar

sakitSehat adalah anugerah yang mahal. Mensyukurinya mudah diucapkan tapi tak mudah dihayati. Terlebih jika dalam kondisi yang belum merasakan sakit. Saking pentingnya dalam salahsatu  riwayat hadits, Rasullahpun menyisipkannya dalam salahsatu  lima perkara yang patut dijadikan perhatian dan penghayatan. Yaitu sehatmu sebelum datang sakitmu.

Lebih lengkapnya lima perkara tesebut adalah (1) sehatmu sebelum datang sakitmu, (2) masa mudamu sebelum datang masa tuamu, (3) kayamu sebelum datang miskinmu, (4) sengganggmu sebelum sempitmu dan terakhir (5) hidupmu sebelum datang matimu. Al-Hadits.

Setiap keluhan fisik adalah pengingat alami dari sistem tubuh bahwa ada yang salah dengan sistem tubuh kita. Sakit perut seringkali dikira mag biasa. Pusing dianggap akan lenyap dengan minum Panadol, demam yang dinggap bisa hilang dengan sebutir Paracetamol dan lain sebagainya. Padahal dibalik itu semua mestilah kita patut waspadai. Tidak lantas dianggap angin lalu begitu saja begitu rasa sakit itu dianggap reda.

Terkait dengan anugerah sehat, saya mencoba berbagi dalam kesempatan tulisan kali ini;

Sakit perut saya yang  melilit, terlebih tatkala badan terasa tidak fit, dulu didiagnosa  gangguan pencernaan biasa. Mungkin karena ketidakteraturan makan, demikian gumam saya waktu itu .  Hingga setahun berselang, sepulang saya melaksanakan tugas di SOLO  beberapa hari yang lalu badan saya terasa drop. Dipicu makan sedikit durian, perut sebelah kanan bawah saya serasa melilit hebat dalam perjalan naik motor dimalam hari.

Selama 5 menit saya berhenti dari motor  rasa sakit tak kunjung reda bahkan semakin hebat. Saya langsung menuju UGD Rumah Sakit mitra Asuransi kesehatana yang saya punya. Saking sakitnya saya sampai muntah dan terjatuh di parkiran Rumah Sakit. Sampai di UGD saya disuntik di lengan dan satu jam kemudian rasa sakit saya hilang.

Saya direkomendasikan untuk rawat inap guna meneliti lebih lanjut penyebab sakit perut yang saya alami. Sayang kamar sedang penuh. Karena nyeri perut cukup reda sayapun minta pulang.  Esoknya setelah konsultasi dengan dokter penyakit dalam sayapun akhirnya mendapat kamar di rumah sakit untuk menjalani rawat inap.

usg2

Peralatan USG

Esoknya dilakukan tindakan USG Abdoment untuk memastikan apa yang terjadi dalam perut saya.  Dari temuan dokter saya diduga mengalami gangguan  usus buntu yang  sempat pecah dan nanahnya menempel di organ – organ lain dan mesti dibersihkan ( istilah medisnya apendisitis ). 

Diduga usus buntu pecah sudah cukup lama. Sayapun memutar ingatan dan ambil kesimpulan ternyata sakit perut yang didiagnosa gangguan pencernaan biasa setahun yang lalu adalah  gangguan usus buntu. Dan tak ada jalan lain mesti dioperasi. Istilah medisnya apendiktomi.

Sebelum  tandatangan  persetujuan  tindakan, saya refleksi sejenak. Keluar dari segala pikiran tanggungjawab aktifitas dan delik kerja. Membangun sugesti dan keikhlasan bahwa ini adalah ujian dan peringatan dari Yang Kuasa.  Membangun energi pasrah . Semoga Allah memberi kelancaran dalam  ihtiar kesembuhan lewat tangan sang dokter.

Berikut dari sebuah sumber online  saya share sedikit pembahasa terkait gangguan usus buntu. Usus buntu, karena posisi-nya yang bervariasi, jika mengalami peradangan ( secara medis disebut apendisitis) sering mengakibatkan keluhan yang berbeda-beda. Dan karena posisinya berdekatan dengan banyak organ, jika terjadi apendisitis sering menampakkan gejala yang mirip dengan peradangan pada organ sekitarnya. Infeksi saluran kencing, batu pada  saluran kencing,  radang  pada organ  reproduksi wanita adalah  salahsatu dari kasus yang gejalanya hampir mirip dengan apendisitis

Radang usus buntu terpicu karena adanya sumbatan pada usus buntu. Sumbatan mengakibatkan pembengkakan usus buntu dan lama-lama tekanan  intra-lumen apendiks meningkat, mengakibatkan dinding usus buntu  rapuh dan perforasi / pecah.

Pada awal serangan, peradangan masih terlokalisir di apendiks , dampaknya tidak sehebat jika peradangan sudah berlanjut. Gejala awal menyerupai sakit maag yaitu nyeri ulu hati, mual, muntah atau kembung dan dapat juga disertai diare terus menerus.  (di sadur dari artikel di http://www.omni-hospitals.com).

Intinya, apapun peringatan dari tubuh kita mesti kita sikapi dengan waspada dan hati – hati. Asupan gizi yang baik, istirahat yang cukup dan hindari stress tinggi. Selebihnya adalah kuasa Allah atas kehendaknya dalam memberi peringatan dan ujian bagi hambaNya. Tulisan ini saya tulis beberapa jam sebelum tindakan operasi. Semoga bermanfaat.

Penulis: Saiful ghozi

Lulus sarjana Pend Matematika Univ. Neg. Malang thn 2005. Mengajar di berbagai sekolah CSR perusahaan; PT SBK Melawi Kalbar, PT Kertas Nusantara Berau Kaltim, PT Chevron dan Total E&P Balikpapan. Setelah lulus pascasarjana di Unmul Samarinda thn 2013, kini menjadi dosen tetap di Politeknik Negeri Balikpapan Kaltim

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s