Just About Mymind

Karya Dalam Perjalanan

Menjadi guru olahraga kelas satu…

1 Komentar

camp351

Lokasi Base Camp dan fasilitas Sekolah PT SBK

Tahun pertama menjadi guru di sebuah Sekolah Dasar swasta-fasilitas milik perusahaan perkayuan HPH di pedalaman Kalbar menjadi pengalaman yang luar biasa bagi saya. Mengajar anak – anak yang mayoritas orangtuanya adalah karyawan perusahaan yang bekerja didalam hutan.

Dari mulai anak buruh penyiangan, tukang ukur kayu, surveyor lapangan, staff perusahaan, tukan seinshaw, mekenaik bengkel hingga sopir truck logging. Beberapa juga anak – anak kampung disekitar lokasi perusahaan.

Diawal saya datang diakhir 2005, lokasi tempat saya mengajar belum ada sinyal seluler. Tersedia wartel telepon satelit untuk berkomunikasi. Tentu dengan harga yang super mahal. Limapuluh ribu rupiah mungkin hanya cukup untuk berbicara selama 15 menit. Jika ingin mendapat sinyal seluler kami harus keluar lokasi camp sejauh 35 km dengan kendaraan seadanya. Belakangan sudah terpasang tower selluler dilokasi tersebut. Lokasi dan suasana lokasi sempat saya ulas di tulisan berikut : Sepenggal Memory dari Sebuah Dokumentasi.

Hal yang tidak pernah saya lupa adalah ketika diawal saya datang saya harus mengajar olahraga dan ketrampilan kelas satu dan dua SD. Hadeuh.,, sarjana Pendidikan Matematika Universitas Negeri Malang jauh – jauh merantau ke Kalimantan hanya mengajar pelajaran olahraga kelas satu??. Demikian protes saya saat itu dengan keadaan. Tapi saya juga sadar betapa saya orang baru yang harus membangun kepercayaan pimpinan sekolah dan perusahaan. Saya tetep berusaha menjalankan dengan baik.

Sebelum menjalankan tugas rasanya berat mengajar anak – anak kecil kelas satu. Terbayang anak – anak kecil yang cerewet, susah diatur. Tentu memaksa diri untuk senantiasa sabar. Namun berubah seketika tatkala saya menjalaninya. Jika dihayati, menjadi guru anak – anak kelas satu dan dua mengasikkan juga.

Ada hal menggelikan yang tidak pernah saya lupakan dihari pertama mengajar olahraga kelas satu. Suatu ketika pelajaran olahraga telah usai. Saya harus mendampingi mereka untuk berganti baju olahraga. Mengawasi dan bantu memasangkan celana, baju dan juga sepatu anak – anak. Saya sempat kurang teliti karena harus mengawasi 30 anak lebih dengan tingkah yang berbeda – beda. Hingga para orangtua komplain ke saya karena baju dan sepatu anaknya tertukar dengan baju atau sepatu temannya.

Hal yang demikian membuat saya malu dan sedikit  frustasi. Menjadi pelajaran  bagi saya agar tidak terjadi di hari – hari berikutnya. Sungguh tidak mudah menjadi guru kelas satu. Dibutuhkan ketulusan dan penghayatan yang baik terhadap kebutuhan kasih sayang anak.

senam

Suasana senam setiap Jum’at Pagi.

Saya sangat heran bagaimana bisa terjadi, sekolah dengan fasilitas dan guru terbaik di Jakarta Internasional School ( JIS) beberapa waktu yang lalu bisa terjadi kejadian yang diluar nalar dan logika pengawasan yang normal. Padahal muridnya tidak lebih dari 15 siswa.

Begitulah awal saya menjadi guru. Meski hanya sebulan mengajar olahraga kelas satu. Kontrol kelas dan penghayatan dunia anak – anak lebih utama ketimbang delik materi yang harus diajarkan. Karena usia mereka adalah masa peralihan dari masa bermain menuju masa belajar. Jika kita mau menyadari, ketulusan dan penghayatan guru kelas satu sekolah dasar sungguh patut kita apresiasi tinggi – tinggi. Karena ketulusan mendidik hanya bisa disupervisi dengan hati.

Tulisan diatas  adalah lanjutan dari tulisan sebelumnya di blog ini yang saya buat berseri.   Semoga menjadi wahana berbagi yang ada manfaatnya.

Berpetualang dan berkarya di Kalimantan, kenapa tidak (1),

berpetualang dan berkarya di Kalimantan kenapa tidak (2),

berpetualang dan berkarya di Kalimantan, kenapa tidak (3).

 

 

 

 

 

Penulis: Saiful ghozi

Lulus sarjana Pend Matematika Univ. Neg. Malang thn 2005. Mengajar di berbagai sekolah CSR perusahaan; PT SBK Melawi Kalbar, PT Kertas Nusantara Berau Kaltim, PT Chevron dan Total E&P Balikpapan. Setelah lulus pascasarjana di Unmul Samarinda thn 2013, kini menjadi dosen tetap di Politeknik Negeri Balikpapan Kaltim

One thought on “Menjadi guru olahraga kelas satu…

  1. setelah terjun di masyarakat, terkadang kita memang peru luwes. hitung2 tambah pengalaman, pak

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s