Just About Mymind

Karya Dalam Perjalanan

Apakah dosen juga guru ?

2 Komentar

dosenAda banyak kajian singkat, opini, dan pendapat dari para senior dan pemerhati dosen yang membahas perbedaan dan kesamaan antara guru dan dosen ketika saya browsing dan blogwalking di forum – forum diskusi. Semua menjelaskan bahwa guru dan dosen adalah dua profesi berbeda karena beban kerjanya berbeda.

Guru peran utamanya mengajar, membimbing dan memfasilitasi siswa belajar. Sedang dosen dibebani konsep Tri Darma Perguruan Tinggi. Yakni bertanggungjawab dalam hal pembelajaran, penelitian dan yang ketiga pengabdian masyarakat. Perbedaan tersebut saya ringkas dari definisi yang ada pada UU guru dan dosen no 14 tahun 2005.

Pada profesi guru tidak dikenal jenjang kepangkatan akademik. Sedangkan pada dosen ada pangkat akademik yang menunjukkan tingkatan profesionalitas dalam karir dosen. Dari yang terendah asisten ahli, lektor, lektor kepala, hingga pangkat tertinggi yaitu guru besar atau professor. Semua dicapai dengan angka kredit yang ditetapkan melalui ketetapan Peraturan Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara. Permen terakhir yang saya tahu adalah no. 46 tahun 2013. Tunjangan fungsional akan semakin tinggi sesuai pangkat akademik yang dimiliki. Meskipun jika dilihat nominalnya tidak tinggi – tinggi amat sih. Amat aja ga tinggi, hehe..Berikut tabel tanujangan fungsionalnya sesuai perpres 65 2007.

Setelah saya menjadi dosen tetap di lingkungan Kemendikbud (sekarang Ristek dan Dikti), pengakuan formal atas pengalaman mengajar dan pengembangan profesi guru selama 9 tahun praktis di”putihkan”. Sembilan tahun saya mengajar di berbagai jenjang dari SD, SMP, hingga SMA. Pelatihan guru dari diknas kota, LPMP provinsi, P4TK Matematika hingga SEAMO Qitep. Sertifikat professional gurupun sudah saya peroleh. Semua tidak dihitung dalam pengalaman kepegawaian dosen. Karena guru dan dosen adalah dua profesi yang berbeda. Duh sayangnya….

Tapi bagi saya dosen adalah guru. Karena pada hakekatnya dosen juga mengajar. Jadi saya merasa tetap seorang guru. Karena saya merasa dilahirkan untuk menjadi guru. Sesuai harapan orangtua saya yang juga seorang guru. Ketika banyak teman memasang foto bersama para muridnya di hari guru, saya masih merasakan getar kebahagiannya sebagai seorang guru. Yang jelas alhamdulilah saya masih mengajar. Apapun statusnya minumnya tetap teh botol So***..

Penulis: Saiful ghozi

Lulus sarjana Pend Matematika Univ. Neg. Malang thn 2005. Mengajar di berbagai sekolah CSR perusahaan; PT SBK Melawi Kalbar, PT Kertas Nusantara Berau Kaltim, PT Chevron dan Total E&P Balikpapan. Setelah lulus pascasarjana di Unmul Samarinda thn 2013, kini menjadi dosen tetap di Politeknik Negeri Balikpapan Kaltim

2 thoughts on “Apakah dosen juga guru ?

  1. wah sekarang jadi dosen ya pak. Semoga pengalaman sebagai guru membawa manfaat di tempat kerja yang baru🙂

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s