Just About Mymind

Karya Dalam Perjalanan

Hikayat Air Zam – Zam.. (Catatan di kota Bandung: 2)

Tinggalkan komentar

salmanitb

image from: www. salmanitb.ac.id

Dua bulan terakhir, saya selalu sholat Jum’at di masjid Salman ITB. Ukuran masjid untuk kampus sebesar ITB saya rasa kurang besar, sehingga seringkali jamaahnya harus antri di teras untuk mendapatkan tempat sholat. Namun nuansa heritage arsitektur masjid di ITB memang sangat terasa. Aktfitas sosial keagamaan oleh mahasiswa juga sangat aktif. Saya bermimpi kampus saya poltekba suatu saat memiliki masjid yang sejuk dan nyaman seperti ini.

Saya berusaha selalu datang agak awal agar mendapat tempat untuk sholat di dalam masjid. Riuh suara bacaan alqur’an jamaah yang kebanyakan mahasiswa ITB mewarnai suasana i’tikaf. Dan alhamdulilah saya jarang tertidur saat khutbah dibacakan di masjid in,( hehe.. buka kartu nih).  Sambil menunggu rangkaian sholat jum’at dimulai, saya baca sebuah tabloid terbitan masjid Salman ITB. Tentang hikayat sejarah munculnya air zam- zam. Topik yang sesuai dengan musim Ibadah Haji umat Islam di Arab Saudi.

Berikut ulasan singkat hikayat tersebut :

Ismail adalah anak satu-satunya Ibrahim yang lahir dari istri keduanya Siti Hajar. Allah memberikannya anak setelah sekian lama dia merindukannya. Pada suatu hari Ibrahim A.S. menerima perintah bahwa dia harus membawa Siti Hajar dan Ismail yang baru lahir, ke suatu gurun pasir, yang sekarang kita ketahui sebagai kota Mekkah. Daerah yang masa itu tidak ada apapun disana, di sana tidak ada orang sama sekali, gurun itu benar-benar kosong. Dia diperintahkan untuk meninggalkan mereka berdua di sana.

Ibrahim meninggalkan tempat itu dengan memasrahkan anak dan istrinya kepada Allah SWT. Tinggallah Siti Hajar bersama Ismail anaknya yang masih bayi. Air matanya berjatuhan mengiringi kepergian suami tercinta. Dalam hatinya, dia berkata “Allah tidak akan membiarkan kita.”

salmandalam

Suasana dalam masjid salaman ITB. Image from itb.ac.id

Tak lama selepas kepergian Ibrahim perbekalan makanan dan minuman merekapun habis. Hajar bingung, bagaimana jika Ismail merasa lapar atau haus. Ternyata benar, tiba-tiba Ismail menangis keras kehausan minta minum. Hajar panik, air susunya telah kering. Apalagi mereka berada di tengah padang pasir, dan tangis Ismail makin keras. Hatinya tak tega mendengarkan teriakan anaknya.

Dia tak bisa diam terus tanpa usaha dan spontan dia berdiri. Pandangannya menyapu sekeliling gurun pasir, dari jauh terlihat ada genangan air. Ia berlari kearah genangan air yang Ia lihat. Dan ternyata genangan air yang ia lihat hanya fatamorgana. Ia kembali berusaha melihat sekeliling dan terlihat lagi genangan mata air, Ia  berlari lagi untuk mendekatinya. Dan ternyata genangan tersebut juga hanya fatamorgana. Tanpa dia sadari telah bolak balik antara bukit sofa dan marwah sebanyak tujuh kali demi sang buah hatinya untuk mendapatkan air minum.

Sementara Ismail terus menangis sambil menggerakkan kakinya ke tanah. Dan tiba-tiba rahmat Allah SWT datang, dari bumi tempat Ismail menggerakkan kakinya tadi keluarlah air. Bukan main gembiranya Siti Hajar mendapatkan air itu. Segera dia ambil air itu seraya berkata: Alhammdullillah..Zam..Zam..Zam!” Arti kata tersebut ialah berkumpulah,berkumpulah!. Dari situlah, awal mula air Zam-Zam keluar. Berkat perjuangan Siti Hajar yang rela berlari antara bukit Safa dan Marwah sebanyak tujuh kali untuk menyelamatkan anaknya. Peristiwa itu kemudian diabadikan dalam ibadah haji sebagai salah satu rukunnya yakni Sa’i.

Demikian ulasan singkat yang bisa saya tulis dari kisah ini. Ada banyak hikmah dari kisah tersebut. Dari mulai kepasrahan kepada Allah SWT, ketabahan, hingga kekuatan ikhtiar. Kisah yang sebenarnya sudah sering disampaikan para guru agama, termasuk guru saya ketika saya masih duduk di bangku madrasah dulu. Sayup – sayup kisah tersebut saya ulas kembali untuk mengenang dan menyerap hikmahnya dalam kehidupan ini. Wallaahua’lam.

Selamat Hari Raya Idul Adha 1436 H.

Penulis: Saiful ghozi

Lulus sarjana Pend Matematika Univ. Neg. Malang thn 2005. Mengajar di berbagai sekolah CSR perusahaan; PT SBK Melawi Kalbar, PT Kertas Nusantara Berau Kaltim, PT Chevron dan Total E&P Balikpapan. Setelah lulus pascasarjana di Unmul Samarinda thn 2013, kini menjadi dosen tetap di Politeknik Negeri Balikpapan Kaltim

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s