Just About Mymind

Karya Dalam Perjalanan

Selamat Untuk Ujang

1 Komentar

Ujang Permana Mahasiswa Bidika Misi yang jadi Jawara di ITB

Dua minggu lalu, tepatnya 16 Oktober 2017  kampus kami melaksanakan prosesi wisuda. Orasi ilmiah wisuda disampaikan oleh Prof Kadarsyah Suryadi, Rektor ITB.  Menyimak suara, gaya, dan intonasi orasi Pak Kadarsyah mengingatkan saya dengan pidatonya dengan mata berkaca-kaca diacara wisuda ITB tahun 2016. Ketika itu kami menjadi tamu kehormatan diacara wisuda ITB. Kebetulan saya abadikan dalam essay yang saya tulis setahun yang lalu.

Ada yang menarik dari serangkaian pelaksanaan kegiatan penetapan mahasiswa baru ITB 2015 (PPMB ITB). Yaitu tatkala gelar Ganesha Prize 2015- simbol supremasi mahasiswa berprestasi ITB diraih oleh mahasiswa penerima beasiswa Bidik Misi. Di kalangan sivitas akademika ITB, penghargaan Ganesha Prize paling bergengsi. Pemenang akan mendapatkan beasiswa studi banding di Belanda selama 3 bulan dari organisasi Bandoengse Technische Hogeschool-Fonsd.  Sebuah organisasi zaman Hindia Belanda yang mendirikan ITB. Keturunan para pendiri ITB itu konon hingga saat ini masih ada dan masih concern dengan institusi ITB.

Beasiswa bidik misi adalah salahsatu skema beasiswa pemerintah  indonesia yang memberikan biaya pendidikan kepada putra putri Indonesia yang memiliki yang berprestasi dan keterbatasan ekonomi dengan indikator yang cukup ketat. Alokasi dana yang diberikan pemerintah adalah Rp 2.500.000 per semester/ mahasiswa. Di ITB dana sebesar itu sebenarnya belum cukup untuk memenuhi biaya pendidikan dalam satu semester. Namun melalui kebijakan internal ITB, mahasiswa Bidik Misi dibebaskan dari pembayaran biaya pendidikan secara penuh.

Penerima Ganesha Prize 2015 adalah Ujang Permana, mahasiswa dari Sekolah Farmasi.  Profesor Kadarsyah Suryadi nampak berkaca – kaca tatkala menyampaikan ucapan  selamat untuk Ujang. Rasa haru dan bangga mewarnai suasana acara. Kedua orangtuanya yang nampak berpenampilan sederhana tak kuasa menahan air mata tatkala mengapit Ujang dalam sesi foto dengan Rektor ITB. Keberhasilannya sebagai pemenang  Ganesha Prize  menunjukkan bahwa keterbatasan ekonomi bukanlah penghalang untuk bisa berprestasi. Dan beasiswa bidik misi mengantarkan Ujang Permana kedalam panggung supremasi ITB.

Banyak hal yang diuji dalam menentukan siapa yang berhak menyandang gelar Ganesha Prize 2015, yaitu meliputi kemampuan berbahasa Inggris, prestasi yang diunggulkan, makalah (karya ilmiah), dan nilai IPK. Keduabelas mahasiswa-mahasiswi wakil seluruh Fakultas-Sekolah yang ada di ITB melakukan presentasi di depan dewan juri.

Topik yang diangkat dalam makalah Ujang adalah mengenai pengenalan dan riset mengenai beras jagung. Latar belakang dari pengangkatan topik beras jagung karena saat ini Indonesia masih mengimpor beras yang merupakan makanan pokok orang Indonesia pada umumnya. Padahal beras jagung juga mempunyai potensi yang besar sebagai subtitusi makanan pokok. Setelah melewati proses presentasi, dipilihlah tiga orang yang maju ke tahap final kemudian melakukan prestasi lagi. Dari proses seleksi yang panjang tersebut terpilihlah Ujang Purnama sebagai Mahasiswa Beprestasi 2015 Tingkat ITB atau peraih Ganesha Prize 2015.

ITB mampu menunjukkan bahwa potensi mahasiswa berprestasi tidak hanya terdapat pada anak orang-orang kaya. Tapi juga ada di sudut- sudut daerah terpencil di pelosok negeri. Jika keterbatasan ekonomi dan akses dapat dijembatani, maka anak – anak hebat seperti Ujang akan banyak ditemukan di Indonesia. Untuk itu diperlukan program – program perluasan akses pendidikan dalam bentuk beasiswa yang lebih menjaring potensi – potensi anak negeri. Sehingga keberhasilan pendidikan dapat diraih oleh siapapun di negeri ini.

Pelajaran penting bagi kami adalah diperlukan usaha sungguh-sungguh dari institusi pendidikan tinggi dalam menjaring potensi-potensi mahasiswa berprestasi yang layak menerima bidik misi. Dan ITB telah memberikan contoh bagi kami dalam keberhasilannya memilih penerima beasiswa bidik misi.

Iklan

Penulis: Saiful ghozi

Lulus sarjana Pend Matematika Univ. Neg. Malang thn 2005. Mengajar di berbagai sekolah CSR perusahaan; PT SBK Melawi Kalbar, PT Kertas Nusantara Berau Kaltim, PT Chevron dan Total E&P Balikpapan. Setelah lulus pascasarjana di Unmul Samarinda thn 2013, kini menjadi dosen tetap di Politeknik Negeri Balikpapan Kaltim

One thought on “Selamat Untuk Ujang

  1. Karena untuk menjadi hebat itu milik semua orang

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s