Oleh: Saiful ghozi | 8 Januari 2013

Gagal memang tidak pandang bulu..

gagal Dalam benak saya Ia adalah anak muda yang terlihat penuh enerjik, memiliki empati dan penuh pengalaman pahitnya hidup. Ia kebetulan satu tempat tinggal dengan saya di Balikpapan. Dari sekian anak yang calon caba yang ada di rumah, dia terlihat menonjol leadership-nya  diantara teman – temannya.

Di awal perkenalan, cara dia mendekati saya untuk berbagi cerita cukup menarik perhatian saya. Tidak semata- mata karena dia terlihat paling tua dari kawan – kawannya yang juga calon tentara, tapi saya lihat  ada guratan perjuangan yang luar biasa diwajahnya. Baca Lanjutannya…

Oleh: Saiful ghozi | 24 Agustus 2012

Catatan Lebaran Tahun Ini..

Betapapun jauh perjalanan hidup, dan sesukses apapun seseorang, silaturrahmi dengan sanak keluarga adalah kebutuhan. Menyambung persaudaraan dan menghindarkan diri dari rasa kesendirian.  Sekaligus menumbuhkan rasa syukur dan penghargaan.

Silaturrahmi memberikan kesempatan saling bermaaf-maafan, membangun kembali ikatan emosi dan motivasi hidup serta menumbukan sikap refleksi. Ada juga nilai rendah hati dan mawas diri.

Baca Lanjutannya…

Oleh: Saiful ghozi | 23 Juli 2012

Bulan Ramadlan Bulan Penuh Momentum.

Bulan Ramadlan adalah bulan yang mulia. Dimana salahsatu malamnya lebih mulia ketimbang malam seribu bulan. Dibulan ini banyak orang merefresh ketaatannya pada agama. Memperdekat dirinya dengan Tuhan. Dan berlomba dalam membantu para sesama.

Bulan Ramadlan adalah bulan yang penuh momentum. Para kyai, ustad ataupun seseorang dengan  pengalaman spiritual agamanya menjadi makin berperan dalam kegiatan tausyiah, kultum, ta’lim atau pengajian – pengajian di masjid ataupun surau. Baca Lanjutannya…

Oleh: Saiful ghozi | 28 Juni 2012

PLPG di Ujung Perbatasan Negara

Seusai tes akhir yang menentukan 40 persen kelulusan PLPG ( Pendidikan & Latihan Profesi Guru), saya bergegas naik ke lantai tiga berniat mengikuti acara penutupan. Rupanya saya kecele. Normalnya, ada pembukaan mestinya ada penutupan.  Ternyata di aula lantai tiga kami hanya dibagi-bagikan jatah makan nasi kotak dan dipersilahkan langsung pulang.

Mungkin panitia hemat energi alias capek. Belum lagi masih tersisa dua Baca Lanjutannya…

Oleh: Saiful ghozi | 23 April 2012

Eksploitasi Seksinya Seragam SMA

Maaf, sumber foto tidak tercatat

Seragam adalah identitas, demikian definisi singkat saya. Tidak sekedar sebagai tanda pengenal, mengenakan seragam tentu juga memikul  nilai.  Artinya, secara moral mengenakan suatu seragam   tentu bertanggungjawab terhadap nilai suatu identitas.

Sebentar dulu.., nih tulisan sebenarnya arahnya kemana.?

Begini, beberapa saat sebelum saya membuat tulisan ini saya secara tidak sengaja melihat tampilan group dancer remaja perempuan dan laki – laki yang memakai baju seragam SMA dengan gaya kasual dan cenderung binal. Rok yang lebih dekat ke pusar ketimbang lutut, baju ketat nan menonjol di bagian dada dengan kancing baju bagian atas terbuka.

Sedang dancer laki – lakinya lengan terlipat, baju dikeluarkan, dasi menjuntai tidak ditali dengan semestinya dan sedikit ada coretan di bagian – bagian tertentu. Mungkin maksud tema dancingnya ingin menggambarkan gaya anak remaja  SMA. Yang penuh keceriaan, sedikit nakal, dan ekspresif. Baca Lanjutannya…

Tulisan Sebelumnya »

Kategori

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.

Bergabunglah dengan 507 pengikut lainnya.